Hariyanto menduga ular-ular itu muncul dari atap selter karena kondisinya yang dinaungi pepohonan rimbun.
Dia berharap pihak terkait segera mengambil tindakan membersihkan bagian atap selter dan ranting-dahan pohon peneduhnya.
Tujuannya agar tempat itu tidak menjadi sarang berbagai jenis ular yang bisa membahayakan pedagang.
Dengan berakhirnya teror ular kobra di area Selter Manahan Solo , Hariyanto berharap aktivitas jual beli di kawasan itu menjadi ramai kembali.
Baca Juga:Pemkab Bangun Landmark di Gunung Karang, Abuya: Stop Sebelum Azab Turun
"Kalau seperti ini para pedagang kan jadi jadi takut. Karena ular-ular itu muncul dari bagian atas selter," imbuhnya.