Menurut Prima, sampel swab kemudian dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi pada 3 September dan hasilnya keluar pada 11 September.
"Hasilnya dinyatakan positif Covid-19," ucap dia.
Prima menyebut kondisi klinis N baik dan tidak mengalami gejala. N juga tidak memiliki riwayat perjalan ke luar kota.
"Saat ini N menjalani isolasi mandiri di rumahnya," ujarnya.
Baca Juga:UGM Ciptakan Alat Deteksi Covid-19 Cuma dengan Hembusan Napas
Kepala Tata Usaha MAN Kota Tegal Siti Umihani mengatakan, N sempat masuk sekolah selama empat hari pada 3 dan 4 September serta 10 dan 11 September untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka.
"Kegiatan saat masuk sekolah itu perwalian dan simulasi kurikulum baru. Saat itu anaknya belum tahu kalau hasil swabnya positif," ujarnya.
Menurut Siti, kegiatan pembelajaran tatap muka itu mulai digelar sejak akhir Agustus dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Siswa yang masuk harus mendapat persetujuan dari orang tua dan menyerahkan surat keterangan sehat dari puskesmas.
"Jumlah siswa yang masuk 50 persen dari kapasitas kelas. Jadi tiap kelas hanya 14 anak yang masuk dan tiap angkatan dibuat sistem giliran," ujarnya.
Menyusul adanya kasus tersebut, Siti mengatakan kegiatan pembelajaran tatap muka langsung dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga:Covid-19: Yaman di Tengah Krisis Kemanusiaan dan Konflik Berkepanjangan
"Kami serius menyikapi ini karena ini terkait dengan keselamatan anak-anak. Seluruh guru dan siswa satu kelas yang berinteraksi dengan N selain diswab juga kami minta untuk isolasi mandiri di rumah," ujar Siti.