Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Catat! Sebanyak 538 Anak di Jateng Sudah Terpapar Covid-19

Muhammad Taufiq Minggu, 20 September 2020 | 15:14 WIB

Catat! Sebanyak 538 Anak di Jateng Sudah Terpapar Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Suara.com/Eko Faizin)

Dari jumlah itu mayoritas anak terpapar covid berjenis kelamin laki-laki

SuaraJawaTengah.id - Sampai sekarang tercatat sudah 538 anak di Jawa Tengah positif terpapar Covid-19. Dari jumlah sebanyak itu mayoritas merupakan anak laki-laki.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Ahli Covid-19 Jateng, Anung Sugihantono, dalam acara webinar bertajuk Anak-Anak dalam Pusaran Kluster Keluarga Covid-19 yang digelar Yayasan Setara, Jumat (18/9/2020).

Dalam acara itu, Anung menyebut ada ratusan anak di Jateng yang terkonfimasi Covid-19. Ratusan anak itu terdiri atas anak usia 0-5 dan usia 6-11 tahun.

"Untuk anak usia 0-5 tahun berjenis kelamin perempuan mencapai 129 orang dan laki-laki 205 orang. Sementara, usia 6-11 tahun jenis kelamin perempuan 93 orang dan laki-laki sekitar 111 orang," ujar Anang seperti dikutip dari Solopos, jejaring media suara.com, Minggu (20/19/2020).

Anung menyebut jumlah tersebut cukup mengkhawatirkan. Lantaran itu, perlu ada perhatian serius dalam menekan angka penularan atau persebaran Covid-19 terhadap anak.

Terlebih gejala Covid-19 pada anak kerap tidak terdeteksi atau bersifat asimtomatik. Namun, anak berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus yang rawan ditularkan kepada kalangan yang rentan seperti orang lanjut usia, maupun yang memiliki komorbiditas.

"Mayoritas anak yang terpapar Covid-19 itu mayoritas bersifat asimtomatik. Kalau dulu kita kenal sebagai OTG [orang tanpa gejala]. Hal ini karena mayoritas anak-anak memiliki imunitas yang bagus. Tapi, akan sangat berbahaya saat anak itu melakukan interaksi. Terlebih, saat ini interaksi anak semakin masif," kata Anung.

Sementara itu, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jateng, Setya Dipayana, mengatakan total ada sekitar 15.000 anak di Indonesia yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Dengan kondisi itu, ia pun berharap kesadaran orang tua, terutama di lingkungan keluarga dalam mencegah penularan Covid-19 semakin ditingkatkan.

Apalagi, ia melihat saat ini banyak masyarakat yang belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Aturan yang diterapkan pemerintah, berikut sanksinya, belum membuat masyarakat patuh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait