Isu Rumah Sakit Sengaja Mengcovidkan Pasien, Ini Penjelasan IDI Semarang

IDI Semarang menganggap isu yang dilontarkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko belum memiliki data dan bukti-bukti yang jelas

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 06 Oktober 2020 | 14:57 WIB
Isu Rumah Sakit Sengaja Mengcovidkan Pasien, Ini Penjelasan IDI Semarang
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

SuaraJawaTengah.id - Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko soal rumah sakit yang sengaja mengcovidkan seluruh pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah dibantah oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

Ketua IDI Kota Semarang, Elang Sumambar menegaskan bahwa pernyataan itu tidak berdasar. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan verifikasi data kepada pihak rumah sakit jika terjadi tudingan semacam itu. 

"Misalnya gini ada pasien datang dengan kondisi yang jelek dan harus masuk ICU. Ini kan harus di swab dulu tapi karena butuh waktu hingga hasilnya keluar dan kebetulan si pasien meninggal. Maka, sesuai dengan peraturan dari Kemenkes dia  harus dimakamakan dengan protokol COVID-19,"  jelas dia saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/10/2020).

Elang juga meminta pemerintah untuk lebih arif lagi dalam bersikap. Sebab, tenaga kesehatan baik dari kalangan dokter dan perawat telah sekuat tenaga menghadapi pandemi COVID-19.

Baca Juga:IDI Sebut Tes Swab PCR Rp 900 Ribu Tak Realistis, Pemerintah Harus Subsidi

"Kita jangan dibenturkan dengan masyarakat. Jangan sampai di adu domba, kami sudah berdarah darah memberikan penanganan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," tegas dia.

Elang menambahkan, ada banyak faktor yang harus diperhatikan jika berbicara tentang diagnosis COVID-19. Menurutnya, tak perlu mengeluarkan kepada pihak rumah sakit. Apalagi, menurutnya, tuduhan tersebut tak berdasar.

"Berbicara COVID-19 kan tidak cuma swab, ada rontgen, ada hasil laboratoriumnya seperti apa. Ini semua kan tambahan pendukung untuk memastikan covid atau tidaknya seseorang," jelas dia.

Dia berharap, tuduhan semacam ini tidak terjadi lagi. Apalagi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. 

"Saya berharap ini disikapi dengan bijak, diverifikasi dulu permasalahannya apa. Regulasi kan berubah terus. Harus diperhatikan juga kapan waktu kejadiannya, dan ap peraturannya saat itu," tandasnya. 

Baca Juga:Swab Test Mandiri, Pakar: Hanya Buang-buang Duit

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko telah bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang pada, Kamis (1/10).

Pasalnya pada pertemuan itu, dua tokoh ini menyebutkan bahwa ada rumah sakit yang sengaja mengcovidkan seluruh pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.

Kontributor : Dafi Yusuf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak