alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BLT Pekerja Termin 2 Segera Cair, Ini Bocorannya

Budi Arista Romadhoni Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:08 WIB

BLT Pekerja Termin 2 Segera Cair, Ini Bocorannya
Ilustrasi BLT. (Shutterstock)

Bantuan subsidi upah (BSU) akan dicairkan paling lambat awal bulan november mendatang

SuaraJawaTengah.id - Bantuan subsidi upah (BSU) termin 1 hampir selasai diberikan kepada para pekerja formal bergaji di bawah Rp5juta per bulan. Penerima BLT subsidi gaji Rp1,2 juta dipastikan menerima kembali bantuan tersebut pada termin 2.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, apabila penyaluran subsidi gaji pada termin 1 rampung 100%, maka Kemnaker akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum pembayaran termin 2 yang paling lambat disalurkan pada awal bulan depan.

“Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November 2020,” ujar Ida dilansir Ayosemarang.com, Rabu (14/10/2020).

Diketahui, penyaluran dana subsidi gaji Rp600 ribu per bulan disalurkan dalam dua termin dengan jumlah bantuan masing-masing termin senilai Rp1,2 juta, sehingga total yang diterima adalah Rp2,4 juta.

Total anggaran subsidi gaji pekerja formal ini awalnya Rp37,7 triliun yang ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja. Namun, hingga batas akhir penyerahan data oleh BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, totalnya hanya mencapai 12,27 juta pekerja.

Nah, dari 12,27 juta calon penerima subsidi gaji tersebut sudah tersalurkan kepada 11,9 juta penerima atau setara 97,37% dari total penerima tahap 1 sampai dengan tahap 5. Hal ini berdasarkan data Kemnaker per 12 Oktober 2020 pukul 22.32 WIB.

“Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag," ujar Ida.

Untuk memahami bagaimana gambaran pencairan dana subsidi gaji sebelum sampai ke rekening kalian, berikut rincian alur yang disarikan dari penjelasan Kemnaker:

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima subsidi gaji pekerja kepada BPJamsostek.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait