alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Sejumlah Surat Krusial Penolakan Pembangunan Gereja di Sukoharjo

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 30 Oktober 2020 | 17:24 WIB

Ini Sejumlah Surat Krusial Penolakan Pembangunan Gereja di Sukoharjo
Suasana Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mojolaban, Sukoharjo. (Suara.com/RS Prabowo)

Surat penolakan itu ditanda tangani oleh warga setempat hingga takmir masjid

SuaraJawaTengah.id - Kasus penolakan pembangunan sebuah gereja terjadi di wilayah RT 04 RW 03, Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo menghebohkan masyarakat.

Dalam media sosial, ramai diperbincangkan surat pernyataan sikap dan dukungan kepada seluruh takmir Masjid se-Desa Gadingan berkait pendirian gereja yang ditunjukkan dengan tanda-tangan dan stempel takmir masjid.

Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari takmir masjid. (Suara.com/RS Prabowo)
Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari takmir masjid. (Suara.com/RS Prabowo)

Tak hanya surat dari takmir masjid tersebut, namun ada beberapa surat krusial lain yang didapatkan Suara.com dari Ketua RT 04 RW 03 Alpin Sugianto.

Mulai surat pernyataan sikap warga RT 04 RW 03 Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Kecamatan Sukoharjo, yang menyatakan menolak pendirian gereja di wilayah tersebut.

Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari ketua RT. (Suara.com/RS Prabowo)
Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari ketua RT. (Suara.com/RS Prabowo)

Ada 60 warga setempat yang ikut bertanda-tangan. Nama warga plus tanda-tangan ditulis tangan di kertas yang berjumlah dua lembar.

Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari warga setempat. (Suara.com/RS Prabowo)
Surat penolakan pembangunan gereja Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dari warga setempat. (Suara.com/RS Prabowo)

"Jadi saya door to door ke rumah warga untuk minta persetujuan. Tidak ada pemaksaan dan semua tanpa tekanan," kata Alpin kepada Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Kemudian ada juga surat permohonan pencabutan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) yang dikirimkan kepada perangkat pemerintahan, mulai desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Surat tertanggal 21 Oktober 2020 ditanda-tangani mulai Ketua RT 04 RW 03 Alpin Sugianto, Ketua RW 03 Suharno.

Surat itu juga ditanda-tangani serta bersetempel Ormas Islam Gadingan, mulai Ketua MTA, Satbani, lalu Ketua NU, Supilih, serta Ketua Muhamaddyah, Suroso.

Alpin menilai poin krusial dalam surat pengajuan IMB tersebut adalah sudah adanya tanda-tangan Lurah Gadingan, Ismanto. Hal itu membuatnya kaget mengingat tak melalui musyawarah dengan warga RT 04 RW 03.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait