"Kita semua mempunyai kesibukan, jadi kita ngerjakan dekorasi patung ini ketika malam hari," imbuhnya.
Sementara itu, Pastur Gereja Santa Theresia Bongsari, Romo Eduardus Didik Cahyono mengatakan, pohon Natal selalu diidentikkan dengan pohon terang, pohon harapan. Makna dari gambaran ini adalah sang Ilahi memeluk penderitaan manusia.
"Karena konteksnya sekarang sedang pandemi, maka ini bisa diartikan bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia dari penyakit ini," jelasnya.
Tak hanya pohon natal yang dibentuk unik, di dalam gereja juga ada dekorasi yang tak lazim. Di samping patung Bunda Maria dan Bayi Yesus, terdapat patung seorang dokter dan pasien dengan memikul virus Covid-19.
Baca Juga:Jelang Misa Natal, Tim Gegana Sisir Gereja Katedral
"Patung dokter dan pasien itu berlutut seraya berdoa meminta pertolongan," ucapnya.
Menurutnya, Natal adalah memperingati kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Ini menggambarkan bagaimana dokter dan pasien dengan virus Covid-19 bersimpuh di hadapan Sang Juru Selamat untuk memohon kesembuhan.
Untuk itu, dalam perayaan Natal kali ini, kami mohon rahmat kesembuhan dari Sang Juru Selamat dan meminta pandemi bisa segera dihilangkan.
"Semoga pandemi segara berlalu di Indonesia," ucapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga:Tenaga Kesehatan Lawan Covid-19: Natal Tak Libur, Tuhan Ada di Antara Kami