alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lima Daun per Pembeli, Rumah Sakit Ini Jual Sup Hingga Gorengan Ganja

Fitri Asta Pramesti | Rima Suliastini Sabtu, 16 Januari 2021 | 21:33 WIB

Lima Daun per Pembeli, Rumah Sakit Ini Jual Sup Hingga Gorengan Ganja
Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Rumah sakit ini memiliki budaya menambahkan daun ganja ke dalam masakan

SuaraJawaTengah.id - Sebuah rumah sakit menyajikan olahan sup, salad, hingga gorengan yang terbuat dari ganja. Aneka menu tersebut bisa secara bebas dibeli oleh pengunjung, sesuai dengan batas yang telah ditentukan. 

Adapun batas yang diberikan adalah setiap orang hanya bisa mendapatkan lima daun ganja. 

Aneka olahan ganja ini tersedia di rumah sakit di Thailand. Pusat kesehatan tersebut, memiliki budaya untuk menambahkan daun dalam makanan olahan mereka. 

Menyadur France24, Sabtu (16/1/2021), sejak tahun 2018 Thailand sudah melegalkan ganja sebagai salah satu tanaman medis.

Baca Juga: Simpan Ganja untuk Dijual ke Penghuni Lapas, Napi di Lhokseumawe Ditangkap

Dokter Pakakrong Kwankhao, Kepala Pusat Pengobatan Tradisional dan Herbal Thailand yang berbasis di Pusat Bukti di Rumah Sakit Chao Phya Abhaibhubejhr menyambut positif hal ini.

"Ini menandai kembali ke masa lalu kuliner Thailand. Menambah daun ganja dalam makanan adalah budaya kami," katanya.

Pakakrong Kwankhao mengatakan sebelum ganja dilarang, warga Thailand selalu menggunakan sedikit ganja dalam masakan sebagai bumbu penyedap. "Kami juga menggunakannya sebagai obat herbal," lanjutnya.

Ilustrasi salad. (Shutterstock)
Ilustrasi salad dengan daun ganja. (Shutterstock)

Di restoran rumah sakitnya, menu ganja kini kembali ditemui dengan olahan yang menggugah selera. "Jumlah THC di tanaman segar sangat kecil, tapi restoran memiliki batas maksimum lima daun per pelanggan," kata Pakakrong.

Di dapur, koki mengolah daun ganja dan menggorengnya hingga renyah keemasan, sementara yang lain menaburkannya ke dalam wajan berisi daging cincang dengan cabai.

Baca Juga: Pemkab Aceh Tengah Dukung Riset Ganja untuk Obat

Dokter ini mengatakan ganja dengan jumlah kecil bisa meningkatkan mood, fokus dan juga kreativitas. Namun tak semua orang cocok mengkonsumsi ganja.

"Mereka yang sedang hamil atau dengan gangguan kesehatan tertentu harus menghindari menu yang mengandung gulma," ujarnya.

Salah satu pengunjung mengatakan senang bisa menikmati ganja secara legal di Thailand. Desainer perhiasan asal Prancis ini mengaku sangat bahagia saat menikmati makanannya.

"Apakah kita tertawa karena apa yang kita makan? Lagipula saya tidak berpikir sepenuhnya," kata Thierry Martino.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait