Sejumlah Gunung Menunjukan Aktivitasnya, Adakah Hubungan Erupsi Merapi?

Setelah Gunung Merapi, Sinabung, Semeru, dan Gunung Raung menunjukan erupsi dalam waktu berdekatan

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:16 WIB
Sejumlah Gunung Menunjukan Aktivitasnya, Adakah Hubungan Erupsi Merapi?
Warga mengamati Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas di Wonorejo, Hargobinangun, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (18/1/2021). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww]

SuaraJawaTengah.id - BPPTKG menjelaskan tidak ada keterkaitan langsung  erupsi beberapa gunung api dalam waktu yang relatif bersamaan. Gunung api memiliki sistem dapur magma masing-masing yang tidak saling terhubung.

Dugaan adanya keterkaitan itu muncul setelah Gunung Merapi, Sinabung, Semeru, dan Gunung Raung yang erupsi dalam waktu berdekatan. Masyarakat berspekulasi bahwa meningkatnya aktivitas gunung api akan memicu erupsi di gunung api lainnya.  

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan tidak ada keterkaitan aktivitas satu gunung api dengan gunung api lainnya.

Fenomena erupsi Merapi yang kemudian disusul letusan Sinabung, Semeru, dan Raung terjadi secara kebetulan.

Baca Juga:Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 500 Meter

“Tidak ada keterkaitan (langsung) aktivitas satu gunung dengan gunung api lainnya,” kata Hanik saat siaran virtual informasi BPPTKG, Jumat (22/1/2021) sore.

Menurut Hanik di Indonesia terdapat 127 gunung api, termasuk yang terbanyak di dunia. Dalam satu tahun bisa terjadi 5 kali erupsi di beberapa gunung api yang mungkin terjadi dalam waktu bersamaan.

“Dalam satu tahun bisa terjadi lima kali erupsi gunung api yang mungkin bersamaan. Tapi tidak berpengaruh erupsi gunung api yang satu dengan yang lain,” ujar Hanik.

Setiap gunung api memiliki sistem dapur magma yang unik. Sistem masing-masing dapur magma terpisah, meskipun berasal dari sabuk vulkanik yang sama.

Erupsi ditentukan oleh kapasitas kantong magma masing-masing gunung. Setiap gunung memiliki kapasitas kantong magma yang berbeda yang jika telah penuh akan dilepaskan menjadi erupsi.

Baca Juga:Terbanyak Dalam Sehari, Merapi Muntahkan 13 Kali Awan Panas Guguran

Pelepasan lava keluar dari perut gunung api dapat berupa erupsi eksplosif maupun efusif. Erupsi eksplosif ditandai dengan lontaran material keluar perut gunung, sedangkan erupsi efusif berupa lelehan lava pijar maupun awan panas guguran.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak