Ia mengatakan berdasarkan analisis BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, wilayah Jateng yang potensi sambaran petirnya tergolong tinggi adalah Cilacap, Banjarnegara, Pekalongan, dan Tegal.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk waspada terhadap potensi sambaran petir.
"Rencananya, tahun depan kami akan memasang sensor (pemantau sambaran petir) di Cilacap," katanya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Cilacap Sarjono mengatakan sebuah kapal nelayan yang sedang bersandar di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap mengalami kebakaran setelah tersambar petir pada Selasa (16/2) malam.
Baca Juga:Tak Ada Perubahan Kebijakan, 10 Tahun Lagi Pesisir Kota Semarang Tenggelam
"Nama kapalnya Kartika Jaya. Kapal tersebut sedang bersandar, belum sempat melaut," katanya.
Ia mengatakan saat kejadian, kapal berukuran 33 gros tonage tersebut berada paling tepi di antara kapal-kapal yang sedang bersandar di PPS Cilacap.
"Kalau berada di tengah, kapal-kapal lainnya ikut kena (kebakaran), merambat," katanya.
Kendati berada di tepi, dia mengatakan kapal yang terbakar tersebut langsung ditarik dan dibawa ke pemecah gelombang agar apinya tidak menjalar ke kapal yang lain.
"Semalam sebenarnya sudah padam, tetapi tadi pagi apinya menyala lagi. Mungkin karena ada sisa-sisa bara yang belum padam," katanya. [Antara]
Baca Juga:BMKG: Atmosfer Tak Stabil, Puncak Musim Hujan Berpotensi Terjadi Februari