Selama ini, tak ada keterkaitan keluarga antara pasangan orang kembar satu dengan lainnya alias mereka berasal dari silsilah keluarga yang berbeda.
“Kami tidak tahu karena apa. Kalau perkiraan kami karena mbah-mbah mereka dulu memang ada yang kembar kemudian turun ke cucu. Jadi kalau menurut saya karena faktor genetik,” jelas dia.
Silsilah Keluarga
Sunarno mencontohkan seperti adiknya yang kembar identik. Setelah dirunut, silsilah keluarga dari ibunya ada yang pernah melahirkan orang kembar. Tak ada aturan khusus untuk orang kembar di desa setempat. Orang-orang kembar di Jonggrangan hidup dan tumbuh normal berbaur dengan warga lainnya.
Baca Juga:Pemain PSIS Septian David Maulana Ikuti Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua
Kerap kali ada kejadian keliru menyapa lantaran kemiripan wajah.
“Akhirnya kalau ketemu dan tidak salah memanggil, biasanya hanya dipanggil kembar,” ungkap dia.
Salah satu pasangan orang kembar di Jonggrangan yakni Kris Joko Raharjo atau akrab disapa Koko dan Kris Joko Santoso atau akrab disapa Sasan. Orang kembar asal Dukuh Jonggrangan itu lahir pada 25 Desember 1980.
Mereka masing-masing sudah berkeluarga dan kini tinggal terpisah. Kris Joko Santoso bekerja di SPBU sementara Kris Joko Raharjo bekerja di tempat usaha roti.
Kris Joko Raharjo menceritakan bagi orang yang sudah terbiasa, bisa membedakan antara dia dan kembarannya.
Baca Juga:Magelang Trending di Twitter Gegara Anya Geraldine, Warganet Protes
“Kalau tidak biasa ketemu itu kerap keliru memanggil,” kata dia.