Sarwid mengatakan, dulu ada 20-an jenis oleh-oleh yang dijual. Namun, saat ini hanya segelintir jenis saja.
"Dulu toko penuh jajanan dan oleh-oleh. Sekarang paling tinggal telur asin, dan jajanan ringan. Itu saja nyetoknya paling lima buah saja tiap jenisnya," bebernya.
Ia bahkan mengaku akan menutup toko oleh-oleh setelah masa kontraknya habis.
"Kontrak habis paling tutup saja. Sekarang saja sudah uring-uringan, seminggu belum laku," ungkapnya.
Baca Juga:Mudik Lebaran Dilarang, Ganjar: Sabar Sebentar!
Padahal, dirinya sangat menaruh harap pada musim mudik Idulfitri 2021.
"Ya harapannya mudik tidak dilarang. Pemerintah bisa buat aturan buat yang mudik. Karena momen itu juga peluang kita buat memperbaiki ekonomi," tuturnya.