Hasil tracing juga mendapati jika orang tua M melakukan kontak erat dengan warga yang sama-sama bekerja di sebuah proyek jalan di Desa Gantungan. Dari tes swab terhadap 21 orang pekerja proyek, didapati dua orang positif Covid-19.
"Kemudian karena dua orang ini bersama orang tua M juga ke sana ke mari, kita lakukan tes swab terhadap warga di satu RT. Rencana yang diswab 130 orang, yang bisa kita swab 112 orang. Dari jumlah itu, yang positif 20 orang. Jadi total 29 orang," kata Ulinuha.
Ulinuha menyebut M sehari-hari bekerja sebagai kurir atau pengantar paket di sebuah jasa pengiriman paket di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.
"Jadi kemungkinan penularan dari M. Dia ada keluhan dulu, tapi belum kita swab. Begitu istrinya ada keluhan dan diswab positif, baru kita swab," ujarnya.
Baca Juga:Muncul Klaster Paduan Suara, Dinkes Sebut 18 orang Terkonfirmasi Covid-19
Menurut Ulinuha, Satgas Covid-19 kecamatan bersama bersama Forkompincam langsung melakukan koordinasi setelah muncul klaster penularan tersebut. Dari koordinasi itu, diputuskan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown di satu pedukuhan.
"Karantina wilayah dilaksanakan terutama di RT 1 RW 1. Jadi tidak satu desa, tapi satu lingkungan pedukuhan itu," katanya.
Dia menambahkan, mayoritas warga yang positif mengalami gejala ringan, seperti pilek dan batuk sehingga menjalani isolasi mandiri di rumah. "Hanya dua yang gejalanya agak berat karena disertai sesak nafas, yaitu istri M dan seorang lagi tapi sudah pulang dari rumah sakit," ungkapnya.
Kontributor : F Firdaus
Baca Juga:48 Warga Gandasari Jatiuwung Positif Covid-19, Gegara Warga Positif Corona Tak Lapor