Saat ini, proses pembangunan proyek power plant tersebut sudah dalam tahap pemerataan tanah. Hal itu dirasa menganggu aktifitas warga sekitar.
"Proses pembangunan baru pemerataan tanah, kan berisik dan polusi juga,"imbuh dia.
Sementara, salah satu warga Karangtengah lainnya, Subur mengatakan aksi demo ini sudah dilakukan untuk ke dua kalinya. Yang pertama di Kantor Kecamatan dan yang kedua di lokasi proyek.
"Pertama di Kecamatan, yang kedua di lokasi proyek," kata dia.
Baca Juga:Ini 10 Kuliner Khas Kabupaten Wonosobo, Salah Satunya Purwaceng
Ia menyebut, proyek besar pembangkit panas bumi tersebut beradad di dua RT desa Karangtengah. Sehingga, dampaknya akan dirasakan oleh banyak warga.
"Ada banyak yang kena dampak, ada 2 RT," tegasnya.
Tidak lama kemudian, warga diajak mediasi bersama pemerintah daerah Banjarnegara yang diwakilkan langsung oleh PLH Bupati. Hasil dari mediasi untuk sementara pembangunan proyek power plant diberhentikan sampai waktu yang belum ditentukan.
"Akhirnya tadi mediasi sama Bupati, Bupati ke kantor Geodipa, terus kembali ke lokasi dan untuk pembangunan diberhentikan sementara, "pungkas dia.
Kontributor : Citra Ningsih
Baca Juga:Diduga Dibunuh! Bocah di Banjarnegara ini Ditemukan Tewas Mengenaskan di Hutan