facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dulu Jadi Daerah Tertinggal di Banjarnegara, Sekarang Jadi Desa Digital

Budi Arista Romadhoni Rabu, 19 Januari 2022 | 08:32 WIB

Dulu Jadi Daerah Tertinggal di Banjarnegara, Sekarang Jadi Desa Digital
Sosialisasi Desa Jalatunda menjadi Desa Digital pertama se Indonesia, Senin (17/1/2022) [Suara.com / Citra Ningsih]

Desa di Banjarnegara ini sempat menjadi daerah tertinggal, tapi kini menjadi desa digital pertama di Indonesia

SuaraJawaTengah.id - Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi Desa Digital pertama se Indonesia. Padahal sebelumnya, Desa Jalatunda sebelumnya merupakan desa tertinggal dalam berbagai aspek. 

Bahkan, ketika mengetik nama "Desa Jalatunda" pada mesin pencari di internet, tampilan berita dan foto tentang krisis akan langsung tampak memenuhi layar.

Untuk perkara kebutuhan air saja, Desa Jalatunda kerap mengalami krisis saat musim kemarau, apalagi untuk kebutuhan internet.

Letak Desa Jalatunda berada di selatan kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jarak terdekat dari desa Jalatunda ke Kabupaten adalah 25 km.

Baca Juga: Pamit Lihat Kuda Lumping, Gadis di Banjarnegara Hilang 3 Hari, Pulang Kelihatan Pucat dan Lemas

Kepala Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja Satam mengatakan mengatakan kondisi internet yang ada di Desa Jalatunda saat ini sangat memprihatinkan.

“Seperti Pemerintahan Desa Jalatunda, setiap hari mengalami blank, tidak bisa bekerja,” kata dia saat launching Desa Digital Jalatunda, Senin (17/1).

Pada era digital saat ini, layanan kepada masyarakat sangat membutuhkan koneksi internet. “Misal mencetak Kartu Keluarga,  Akta Kelahiran, Akta Kematian sangat susah sekali karena jaringan internet yang blank.
Mudah-mudahan dengan adanya program desa digital dapat menjawab persoalan yang ada,” ungkapnya.

Program desa digital tersebut melibatkan delapan desa di Kecamatan Mandiraja dan dua desa si Kecamatan Purwanegara. Dalam era digital saat ini, Menurut dia, Internet juga sangat dibutuhkan oleh para siswa untuk belajar online.

Selama ini, para siswa harus berjuang menaiki bukit atau masuk ke sawah yang cukup jauh untuk mencari sinyal.

Baca Juga: Diduga Dibunuh! Bocah di Banjarnegara ini Ditemukan Tewas Mengenaskan di Hutan

“Untuk belajar online, anak-anak mencari sinyal di gunung, di kebun, di sawah, di ladang agar bisa mengikuti pelajaran secara online,” papar dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait