"Di grup komunitas sudah ada 100 lebih, itu jumlahnya berubah-ubah, kadang nambah kadang berkurang, " ungkap Rini.
Ia mengungkapkan, status janda saat ini masih kerap ditutupi lantaran malu.
"Kadang ada yang keluar grup itu karena dia malu. Kami paham dan maklum. Jadi tidak apa apa karena ini tidak mengikat," terangnya.
Menyandang status janda memang butuh mental yang kuat. Salah satu anggota komunitas janda, Maria mengatakan, fakta menjadi janda memang lebih banyak pahitnya.
Baca Juga:Pernikahan Maudy Ayunda Bikin Gempar, Nama Asli sang Suami Jadi Sorotan
"Saya sudah 4 tahun ini menjadi janda usai suami meninggal dunia. Rasanya jadi janda macam-macam banyak pahitnya. Makanya saya senang dengan adanya komunitas ini, bisa untuk saling bercerita," ujar Maria.
Justru dengan adanya komunitas ini, Maria merasa memiliki tempat untuk saling merangkul sesama janda. Terlebih usai ditinggal suami, ia harus mencukupi semua kebutuhan keluarga.
"Ini memang sangat membantu. Karena ada pemberdayaan, latar belakang anggota kan berbeda jadi bisa saling membantu. Karena kita harus bisa mencukupi kebutuhan sendiri," pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Baca Juga:Mensesneg Pratikno dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Jadi Saksi Pernikahan Adik Jokowi