Indonesia, lanjut dia, siap untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina.
Menanggapi undangan Jokowi itu, Zelenskyy mengatakan bahwa dirinya tidak dapat secara langsung menghadiri KTT G20.
Hal tersebut terungkap saat dia menjawab pertanyaan dalam sebuah diskusi yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat pekan lalu.
Zelenskyy mengatakan dirinya tak dapat berkunjung ke Indonesia karena "saya harus bersama rakyat saya", tetapi dia akan bergabung secara daring.
Dia mengaku sangat berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengundangnya.
"Kami menerima undangan tersebut dengan penuh rasa hormat. Mudah-mudahan dunia dapat memberikan solusi terhadap masalah ini, dan kita tidak akan melihat dampak yang lebih besar lagi," kata dia dalam diskusi itu, seraya mengungkapkan harapannya agar kekejaman yang terjadi di Ukraina dapat segera dihentikan.
Zelenskyy mengatakan dirinya meyakini bahwa pertemuan puncak G20 itu akan menjadi diskusi yang bersahabat di antara negara-negara.
Dia juga menjelaskan bagaimana Ukraina melakukan berbagai upaya untuk mengurangi krisis pangan dengan menyalurkan pasokan melalui rute kereta api dan pelabuhan Eropa.
Namun, Rusia juga berusaha memutus dan menghancurkan jembatan, rel kereta api, dan kota-kota Ukraina lewat serangan artileri, kata dia.
Baca Juga:Presiden Biden Tuding Rusia Coba Hilangkan Budaya Dan Identitas Rakyat Ukraina
"Inilah realitas yang tengah kami hadapi sejak 24 Februari," katanya, merujuk pada awal invasi Rusia di Ukraina.