SuaraJawaTengah.id - Demi bisa mendapatkan nasi berkat pada acara suronan ratusan emak-emak rela berdesak-desakan. Kejadian tersebut di duga terjadi di daerah Kudus, Jawa Tengah.
Masyarakat Jawa mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata suronan atau penyebutan hari pada bulan atau sasi Suro. Istilah Suronan berasal dari bahasa Arab, yaitu asyuro atau asyuroh yang bermakna hari keselupuh pada penanggalan bulan Muharam tahun Hijriyah.
Masyarakat Jawa juga memiliki banyak tradisi pada bulan ini, seperti acara selamatan yaitu berbagi makanan khas kepada orang sekitar.
Terlebih lagi masyarakat jawa memiliki kepercayaan sendiri bahwasanya makanan yang dibagikan dari tempat bersejarah memiliki keberkahan yang lebih. Oleh karena itu warga pun rela berdesak-desakan untuk mendapatan makanan yang dibagikan dari tempat-tempat yang dianggap keramat itu.
Baca Juga:Video Viral Lelaki Paksa Tarik Perempuan Naik ke Motornya hingga Bajunya Tersingkap
Seperti halnya yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah, ratusan emak-emak rela mengantri panjang dan berdesak-desakan untuk mendapatkan nasi berkat yang dibagikan oleh pengelola makam Sunan Kudus.
Kejadian itu terekam dalam video yang diunggah oleh akun instgram @terang_media pada Senin (8/8/2022).
"Para ibu-ibu saat antri pembagian nasi berkat kanjeng Sunan Kudus," tulis keterangan dalam video.
Dalam video itu tampak ratusan ibu-ibu langsung berbondong-bondong memasuki jalan yang sudah disiapkan ketika petugas membuka pembatas dengan sebatang bambu dengan panjang sekitar 2 meter.
Meskipun berdesak-desakan wajah ibu-ibu itu tampak tersenyum mengikuti tradisi suronan untuk mendapatkan nasi berkat itu.
Baca Juga:Polisi Gerebek Pabrik Obat Ilegal di Kudus, Amankan Puluhan Ribu Kapsul
"Rak sah mlayu, seng akeh pak, rak sah mlayu mbah, terus terus terus (tidak usah berlari, yang banyak pak, tidak usah berlari nenek, terus terus terus" suara sesorang yang memberi intruksi.
Sontak video itu pun mendapat tanggapan dari warganet.
"Ndak ada yang pakai masker. Hati-hati mboke," tutur akun @*****08
"Mantap, masih merawat tradisi. Sepertinya seru sekali," ujar akun @*****am.
Kontributor : Sakti Chiyarul Umam