Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Puluhan Siswa SD di Tegal Keracunan Massal Usai Jajan Makaroni Telur

Budi Arista Romadhoni Senin, 08 Agustus 2022 | 17:38 WIB

Puluhan Siswa SD di Tegal Keracunan Massal Usai Jajan Makaroni Telur
Petugas dari Dinas Kesehatan dan kepolisian memeriksa sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan, Senin (8/8/2022). [Suara.com/F Firdaus]

Puluhan siswa SD di Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan massal usai memakan jajalan makaroni telur (maklor), Senin (8/8/2022). Tujuh siswa harus dirawat di rumah sakit

SuaraJawaTengah.id - ‎Puluhan siswa SD di Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan massal usai memakan jajalan makaroni telur (maklor), Senin (8/8/2022). Tujuh siswa harus dirawat di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Puluhan siswa dari tiga sekolah itu mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing dan lemas usai memakan maklor yang dijual di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SDN Slawi Wetan 01, Murtini‎ mengungkapkan, siswa yang diduga keracunan merupakan siswa kelas 3 dan 4. Mereka mengalami gejala keracunan tak lama setelah memakan maklor yang dibeli saat jam istirahat.

"Seperti biasa saat jam istirahat jam 09.00 WIB, anak-anak jajan maklor. Beberapa menit kemudian, satu anak muntah-muntah, disusul anak-anak yang lain. Kami segera laporan ke pukesmas dan dari puskemas langsung ke sini, disusul dari Dinas Kesehatan," ungkapnya, Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Keren, Pesilat Cantik Asal Kota Tegal Raih Emas Kejuaraan Dunia di Malaysia

Selain siswa SDN Slawi Wetan 01, Murtini menyebut gejala keracunan ternyata juga dialami siswa dari SDN Slawi Wetan 02 dan 03 yang berada di satu kompleks. Mereka langsung mendapat penanganan dari petugas Puskesmas Slawi dan Dinas Kesehatan.

"Setelah ditangani, ada tiga siswa yang dirujuk ke IGD Rumah Sakit dr Soeselo karena kondisinya lemas," kata dia.

Menurut Murtini, peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi. Adapun penjual maklor yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah lama berjualan di lingkungan sekolah.

"Penjualnya sudah bertahun-tahun jualan di sini (sekolah). Waktu hari Jumat (5/8/2022), saya juga sempat beli, malah makan sampai habis, tidak apa-apa. Tapi memang dari muntahan anak-anak ada maklornya," ujar dia.

Petugas Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Siti Putri Nur Khaolifah ‎mengatakan, total siswa yang diduga keracunan berjumlah 33 orang. Mayoritas mengalami gejala pusing, mual dan muntah-muntah.

Baca Juga: Wartawan Asal Tegal Hilang 3 Hari, Istri Korban Ungkap Suaminya Pergi ke Batang untuk Jual Beli Kendaraan

"Dari masing-masing SD ada 11 siswa yang alami gejala keracunan. Kalau yang masih dirawat ada tujuh anak. Tiga di rumah sakit, empat di PSC Dinkes. Sisanya sudah membaik dan pulang ke rumah," ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait