Tragedi Halloween dan Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang, Ini Kiat Menjaga Keselamatan Saat Berada di Keramaian

Agar tragedi halloween dan tragedi kanjuruhan tak terulang, ini delapan kiat menjaga keselamatan ketika berada di tempat wisata yang ramai

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 11 November 2022 | 11:11 WIB
Tragedi Halloween dan Kanjuruhan Jangan Sampai Terulang, Ini Kiat Menjaga Keselamatan Saat Berada di Keramaian
Ilustrasi keramaian. Agar tragedi halloween dan tragedi kanjuruhan tak terulang, ini delapan kiat menjaga keselamatan ketika berada di tempat wisata yang ramai. (Pixabay)

Jika situasi tidak memungkinkan untuk berlindung, Anda lebih baik ikut bergerak mengikuti arus keramaian dengan memperhatikan keseimbangan diri saat berjalan. Biasanya, ketika berjalan kaki di keramaian, Anda akan merasakan jeda setelah ikut terdorong ke depan mengikuti arus kerumunan, seperti layaknya gelombang air. Dalam situasi ini, Anda harus bergerak secara diagonal dengan memanfaatkan ruang kosong di antara orang-orang ketika ada jeda tersebut.

Anda juga harus memperhatikan bahwa pada umumnya manusia ada yang refleks menahan diri agar tidak terdesak atau bahkan berusaha melawan arus. Kenyataannya, jika dua hal itu dilakukan, Anda akan kelelahan karena energi terlanjur habis. Menyimpan energi Anda saat berada di keramaian menjadi penting untuk menghadapi risiko ketika berdesak-desakan.

Tangan ala petinju

Kematian akibat terinjak-injak bukan hanya satu-satunya risiko yang dihadapi. Ketika kerumunan orang bergerak maju dan situasi semakin padat, badan Anda secara tidak langsung ikut terhimpit akibat tekanan dari berbagai sisi. Risikonya, Anda bisa sesak nafas. Angkatlah kedua tangan Anda seperti seorang petinju dan pastikan ada jarak yang cukup antara tangan dan dada. Hal ini membantu Anda menahan tekanan yang bisa menghambat saluran pernapasan dengan kedua tangan.

Baca Juga:Pengadilan Etik Tak Cukup, Aremania Minta Pelaku Penembakan Gas Air Mata Juga Diproses Hukum

Jaga pola pernapasan

Orang-orang yang berada di kerumunan bisa terkena asphyxia, kondisi di mana seseorang kekurangan oksigen akibat cara bernapas yang abnormal, seperti karena tersedak, paparan zat kimia atau asap, kepanikan, hingga mengidap penyakit tertentu. Kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya kesadaran, cedera otak, hingga kematian. Gagal napas dialami sebagian korban jiwa dalam tragedi Itaewon dan Kanjuruhan. Oleh karena itu, kendalikan diri dan atur pernapasan Anda sebaik mungkin serta hindari berteriak jika tidak perlu.

Jika terjatuh, lindungi kepala

Ini merupakan langkah terakhir apabila Anda terjatuh di keramaian yang sudah tak terkendali dan kepanikan telah terjadi. Jika tak memungkinkan untuk segera bangkit, Anda bisa mengambil posisi meringkuk sedikit ke samping, seperti bayi dalam rahim. Lindungi kepala dengan kedua tangan untuk menekan risiko trauma pada kepala akibat terinjak-injak. Posisi meringkuk juga melindungi organ penting, seperti paru-paru dan jantung.

Baca Juga:Demi Timnas Indonesia, Iwan Bule Ngotot Ingin Liga Segera Bergulir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak