Kampung Sekayu Series 1: Rumah-rumah Jadul di Tengah Gedung Pencakar Langit

Yang ingin melihat suasana Kota Semarang tempo dulu. Selain ke Kota Lama, kalian juga bisa melihatnya di Kampung Sekayu.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 11 November 2023 | 14:14 WIB
Kampung Sekayu Series 1: Rumah-rumah Jadul di Tengah Gedung Pencakar Langit
Potret salah satu rumah jadul di Sekayu yang dibelakangnya berdiri Mall Paragon. Jumat (10/11/2023) [Suara.com/Ikhsan]

SuaraJawaTengah.id - Bagi kalian yang ingin melihat suasana Kota Semarang tempo dulu. Selain ke Kota Lama, kalian juga bisa melihatnya di Kampung Sekayu. Disana terdapat rumah-rumah jadul berdinding kayu yang masih berdiri kokoh.

Perkampungan yang terletak di Kecamatan Semarang Tengah itu bahkan sudah ada sejak tahun 1413. Menariknya, rumah-rumah jadul di Sekayu dikelilingi gedung-gedung pencakar langit karena lokasinya berdekatan dengan pusat Pemerintahan Kota Semarang.

Berdasarkan sejarah, pemukiman Sekayu dibuka oleh seorang ulama bernama Kiai Kamal yang ditugaskan Sunan Gunung Jati untuk mengumpulkan kayu dari Grobogan, Kendal, Ungaran dan daerah-daerah lainnya. Kayu-kayu itu akan digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

Selama bermukim dan mengumpulkan kayu, Kiai Kamal turut mendirikan tempat ibadah. Bahkan tempat ibadah yang kini bernama Masjid Agung Sekayu masih berdiri kokoh. Dibeberapa sisi bangunan seperti mustaka, pintu dan empat tiang penyangga masih terjaga keasliannya sejak dulu.

Baca Juga:Kampung Bustaman Series 2, Sejarah dan Misteri Surat Wasiat yang Tertanam di Tanah

Kampung Sekayu di masa lalu konon pernah dijadikan pusat pemerintahan. Hal itu dibuktikan dengan gang-gang yang diberi nama Tumenggungan dan Kepatihan. Bentuk rumah di dua gang tersebut juga memiliki desain yang khas.

Mayoritas rumah-rumah di Tumenggungan diatas pintunya terdapat ornamen berbentuk persegi panjang dan memiliki simbol berupa bumi yang dikelilingi sembilan anak panah. Simbol itu memiliki arti yang tak lain tugas tumenggungan atau pembantu para wali songo untuk menyiarkan Islam di tanah jawa.

Sedangkan gang Kepatihan dulu merupakan tempat tinggal para patih. Ciri khas rumah-rumah Kepatihan terdapat ornamen anak panah berjumlah empat berukuran panjang dan lingkaran oval yang digambarkan sebuah lautan lepas.

Menurut salah satu tokoh yang dituakan di Kampung Sekayu, Achmad Arief mengutarakan meski zaman sudah modern. Di kampungnya masih terdapat puluhan rumah yang mempertahankan bangunan kuno.

Untuk perawatan rumah kuno itu biasanya warga hanya mengecat ulang dan mengganti kayu-kayu yang keropos. Tanpa mengubah sedikit pun struktur dan desain bangunan rumah.

Baca Juga:Kampung Bustaman Series 1, Bertahun-tahun Tinggal di Gang Sempit hingga Rela Berbagi WC

Lelaki yang akrab disapa Arief itu membeberkan bahwa Sekayu merupakan perkampung paling tua di Kota Semarang. Pada tahun 1410 Sekayu masih berupa lautan dan teluk.

Lambat laun, wilayah itu mengikis dan menjadi sebuah daratan. Sedangkan wilayah Kampung Melayu ke utara yang juga termasuk salah satu kampung tertua di Kota Semarang saat itu masih lautan.

"Iya, Sekayu (kampung tertua) dulunya hanya tempat bermukim murid Sunan Gunung Jati Kiai Kamal yang makamnya berada di belakang Masjid Sekayu," ucap Arief saat ditemui Suara.com, Jumat (10/11/2023).

Dikatakan Arief pada masa kerajaan Majapahit. Kota Semarang sempat jadi pelabuhan Internasional. Pedagang-pedagang dari Portugis, Belanda, India, China dan lain-lainnya silih keluar-masuk untuk mencari rempah-rempah.

"Mbah Kamal juga berperan mengkondisikan bangsa asing yang datang ke Semarang untuk berdagang," paparnya.

Tercatat saat ini Kampung Sekayu terdapat 3 RW dan 24 RT. Terletak di kawasan segitiga emas atau kawasan bisnis Kota Semarang yang meliputi Jalan Pandanaran, Jalan Pemuda dan Jalan Gajahmada.

Kampung Sekayu selalu jadi incaran para investor untuk membangun apartemen, hotel maupun pusat perbelanjaan modern. Bahkan sebagian wilayah Sekayu sudah berubah jadi perhotelan dan parkiran Mall Paragon.

Untuk menjaga perkampungan kuno agar tidak hilang. Menurut Arief pemerintah Kota Semarang sudah berkomitmen akan menyulap Perkampungan Sekayu menjadi destinasi wisata. Jadi wisatawan yang akan ke Sekayu menggunakan perahu dari Lawang Sewu lewat jalur sungai Semarang.

"Sekayu nanti akan tertata, pemerintah sudah punya konsep. Nanti rumah-rumah akan ditata. Targetnya tahun 2035 Sekayu akan diubah dan disejajarkan dengan kota internasional," tandasnya.

Kontributor : Ikhsan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak