Sebanyak 500 Peserta Pabbajja Samanera Melakukan Pindapatta di Borobudur

Pabbajja Samaneramerupakan pelatihan pembentukan karakter di internal umat Buddha yang berguna untuk memajukan moral dan spiritual.

Galih Priatmojo
Rabu, 20 Desember 2023 | 11:47 WIB
Sebanyak 500 Peserta Pabbajja Samanera Melakukan Pindapatta di Borobudur
Para samanera malakulan pindapatta di Marga Utama Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 500 peserta Pabbajja Samanera Sementara melakukan pindapatta di Marga Utama Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ketua Panitia Pabbajja Samanera Sementara, Fatmawati di Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu mengatakan hari ini para samanera melaksanakan upacara pindapatta di Marga Utama Candi Borobudur.

"Setelah kemarin acara pentasbisan, jadi semua samanera menggunakan jubah kuning dan hari ini telah pantas membawa pata untuk pertama kalinya menerima persembahan dana dari setiap umat," katanya.

Pabbajja Samanera merupakan pelatihan pembentukan karakter di internal umat Buddha yang berguna untuk memajukan moral dan spiritual sekaligus untuk mempromosikan, menjaga, serta melestarikan Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) ke mancanegara.

Baca Juga:Potret Umat Buddha Doa Bersama di Candi Borobudur untuk Palestina

Ia lebih lanjut mengatakan hari ini akan ada dana catungpatcaya itu adalah empat macam kebutuhan pokok untuk para samanera.

"Kegiatan ini sangat penting sekali karena seorang samanera atau biksu hidup telah melepaskan keduniawian mereka tidak mencari nafkah sendiri, jadi mereka mendapatkan dana dari umat untuk menghidupi dirinya," katanya.

Ia menyebutkan dari empat kebutuhan pokok catungpatcaya, yaitu makanan, obat-obatan, tempat tinggal, dan segala kebutuhan termasuk jubah," katanya.

Fatmawati menjelaskan yang memberi ini semua umat dari seluruh Indonesia, termasuk orang tua yang anaknya mengikuti pelatihan ini pun datang, mereka juga datang dari manca negara Taiwan, China, Singapura,  Kamboja, Laos, dan Malaysia.

Ketua Umum Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) Agus Jaya menjelaskan, prosesi pindapatta merupakan kegiatan memberikan persembahan berupa makanan, dan yang lainnya untuk kebutuhan para biksu.

Baca Juga:Mengingat Kembali Kisah Johannes Van Der Steur, Kompeni Belanda Asuh Ribuan Anak di Magelang

"Kegiatan ini sangat penting sekali karena para biksu itu tidak pegang uang, dan jauh dari duniawi. Jadi, mereka tidak bisa belanja sendiri sehingga umat-lah mendermakan kepada biksu untuk kebutuhan pokok sehari-harinya," katanya.

Pindapatta merupakan tradisi umat Buddha yang telah dilakukan sejak kehidupan Sang Buddha hingga saat ini.

Pindapatta dilaksanakan oleh para anggota Sangha dengan cara berjalan kaki dan kepala tertunduk sambil membawa mangkuk makanan untuk menerima dana makanan dari umat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak