Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan pihaknya menerjunkan personel gabungan sebanyak 1.541 untuk mengamankan aksi. Pasukan gabungan tersebut juga mendatangkan personel dari kabupaten tetangga.
Menurutnya, pihaknya melakukan tindakan tegas lantaran massa aksi makin tak terkendali dan melewati batas waktu unjuk rasa.
"Tadi bisa disaksikan, adik-adik kita melakukan pelemparan batu, kayu, hingga paving ke arah petugas," katanya ditemui seusia kericuhan.
Dia melaporkan satu anggotanya terkena lemparan tongkat di pipi sebelah kanan. Pihaknya masih mendata sejumlah anggota yang terluka dalam kericuhan tersebut.
Baca Juga:BREAKING NEWS: Ricuh! Gerbang Balai Kota Semarang Roboh Didorong Mahasiswa, Tuntut Jokowi Mundur!
"Wakasat Intel Polrestabes terkena tombak di pipi kanan," katanya.
Pemkot Semarang Gerak Cepat
![Petugas membersihkan coretan di pagar Balai Kota Semarang. [Dok Humas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/27/18211-coretan-balai-kota-semarang.jpg)
Tak lama setelah aksi demo mahasiswa itu, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menginstruksikan jajarannya untuk gerak cepat membenahi sejumlah fasilitas umum di Balai Kota Semarang yang mengalami kerusakan dan juga membersihkan coretan-coretan di tembok.
Nampak beberapa OPD seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Disperkim, Distaru, Diskominfo, Bagian Rumah Tangga, Bagian Tata Usaha serta bantuan dari Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Barat dan Semarang Utara bahu membahu melakukan upaya pembenahan dan pembersihan di seputaran halaman depan balaikota.
Wali kota yang akrab disapa Mbak Ita mengatakan ada sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat demonstrasi tersebut, di antaranya CCTV yang ada di sisi depan gerbang balaikota, pot-pot tanaman, taman samping gedung Co Working Space atau CWS, huruf-huruf tulisan Balaikota juga copot, coretan-coretan di tembok dan lantai depan balaikota serta pagar gerbang balaikota.
Baca Juga:Seniman Semarang Suarakan Aspirasi, Soroti Peringatan Darurat ke Pemerintah
"Malam ini OPD terkait langsung memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak seperti pagar, CCTV dan pot-pot bunga yang hancur dan menghapus coretan-coretan di tembok serta membersihkan sampah yang berserakan. Dengan demikian, besok (hari ini, Red) pelayanan masyarakat di balaikota bisa berjalan seperti biasa," tutur Mbak Ita, Senin (26/8) malam.