Pekalongan Mencekam! Demo Ratusan Ojol Berakhir Ricuh, Gedung DPRD Dibakar dan Dirusak Massa

Demo ratusan driver ojek online (ojol) di Kota Pekalongan berakhir ricuh. Massa merusak dan membakar Gedung DPRD

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:57 WIB
Pekalongan Mencekam! Demo Ratusan Ojol Berakhir Ricuh, Gedung DPRD Dibakar dan Dirusak Massa
Gedung DPRD Kota Pekalongan dibakar oleh massa unjuk rasa di Pekalongan, Sabtu (30/8/2025). (ANTARA/Kutnadi)

SuaraJawaTengah.id - Suasana Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berubah mencekam pada Sabtu (30/8) siang, setelah aksi unjuk rasa yang diikuti ratusan pengendara ojek online (ojol) berakhir ricuh.

Massa aksi yang marah nekat menjebol gerbang dan membakar sejumlah fasilitas di kompleks Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan pecah di kawasan Gedung DPRD, Jalan Mataram Nomor 3, usai massa aksi dari Koalisi Driver Ojol Pekalongan mulai membubarkan diri.

Aksi yang semula berjalan damai tiba-tiba berbalik menjadi anarkistis. Massa mulai membakar ban bekas dan melemparkan batu ke arah gedung wakil rakyat tersebut.

Baca Juga:Driver Ojol Jateng Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Keadilan dari Aplikator!

Aparat keamanan yang berjaga tampak kewalahan saat ratusan peserta aksi berhasil menjebol gerbang utama gedung.

Setelah berhasil masuk, massa langsung merangsek ke dalam dan meluapkan amarahnya dengan merusak berbagai fasilitas. Aksi perusakan berlanjut dengan pembakaran, mulai dari pos jaga hingga menjalar ke ruang rapat yang ada di dalam gedung.

Api dan asap hitam tebal terlihat membubung dari kompleks perkantoran tersebut, menciptakan kepanikan di sekitar lokasi. Untuk meredam amuk massa yang semakin brutal, ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri diterjunkan.

Polisi juga mengerahkan satu unit mobil water canon untuk memukul mundur dan membubarkan kerumunan massa yang terus melakukan perlawanan.

Menyikapi insiden yang membuat kotanya membara, Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengeluarkan imbauan agar seluruh pihak dapat menahan diri untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif dan aman.

Baca Juga:Sepekan Longsor di Pekalongan, 1 Orang Belum Ditemukan

"Kami mengimbau semua pihak menahan diri, yang sudah terjadi tidak bisa kita ulangi, tinggal menatap ke depan, menahan diri agar wilayah tetap kondusif. Kita tidak perlu mencari siapa yang salah dan benar karena sebab apa dan apa," kata Afzan.

Wali Kota yang akrab disapa Aaf itu juga berpesan kepada semua pihak untuk saling melakukan introspeksi diri agar kondisi Kota Pekalongan dapat segera pulih dan kembali aman.

Hingga kini, penyebab pasti yang memicu kemarahan para pengemudi ojol di Pekalongan masih didalami.

Namun, unjuk rasa oleh para mitra pengemudi aplikasi seringkali dipicu oleh persoalan kesejahteraan.

Isu-isu seperti potongan biaya aplikasi yang dianggap terlalu besar, tarif yang tidak sesuai, serta kebijakan aplikator yang merugikan mitra menjadi beberapa alasan umum yang kerap disuarakan dalam berbagai aksi demo ojol di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak