Gagal Satukan Indonesia: Mengapa Konsep Nasakom Soekarno Hancur Lebur?

Nasakom (1956), ide Soekarno satukan nasionalisme, agama, komunisme. PKI menguat, gesekan dengan militer meningkat. Gagal satukan, picu G30S & jatuhnya Soekarno.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 19 September 2025 | 07:52 WIB
Gagal Satukan Indonesia: Mengapa Konsep Nasakom Soekarno Hancur Lebur?
Ilustrasi peristiwa PKI yang menyeret Preside Soekarno. [ChatGPT]

5. Nasakom sebagai Ide Pemersatu yang Gagal

Walaupun awalnya dimaksudkan sebagai pemersatu bangsa, Nasakom justru memperuncing perpecahan politik. Kekuatan politik yang disatukan secara paksa tidak menghasilkan harmoni, melainkan kecurigaan dan persaingan.

PKI merasa mendapat perlindungan penuh dari Soekarno, sementara kelompok agama dan militer merasa terancam oleh keberadaan komunisme.

6. Jalan Menuju G30S 1965

Baca Juga:Ekonomi Tumbuh 5,13 Persen, Mekari Ungkap Alasan Bisnis Jateng Wajib Digitalisasi Sekarang

Ketidakseimbangan antara tiga kekuatan utama dalam Nasakom menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya G30S 1965. Dengan dominasi PKI yang makin kuat, sementara militer merasa terpojok, konflik besar akhirnya pecah.

Gerakan 30 September (G30S) yang menewaskan sejumlah jenderal Angkatan Darat menjadi titik balik yang mengguncang politik nasional.

7. Jatuhnya Soekarno

Setelah peristiwa G30S, legitimasi Soekarno runtuh. Dukungan terhadap Nasakom lenyap karena PKI dianggap sebagai dalang kudeta. Militer mengambil alih kendali, dan Soekarno dipaksa menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto melalui Supersemar 1966. Dengan jatuhnya Soekarno, berakhir pula era Nasakom yang sebelumnya diagung-agungkan.

8. Warisan Nasakom bagi Politik Indonesia

Baca Juga:Gebrakkan Jawa Tengah: Bayar Bus Trans Jateng Cukup Tap E-Money dan QRIS, Kartu KRL Juga Bisa!

Nasakom meninggalkan warisan kontroversial dalam sejarah Indonesia. Di satu sisi, gagasan ini menunjukkan upaya Soekarno untuk menyatukan perbedaan ideologi besar.

Namun di sisi lain, kegagalan penerapan Nasakom juga memperlihatkan betapa rapuhnya kompromi politik jika tidak disertai dengan keseimbangan kekuatan.

Pencetusan Nasakom pada 1956 hingga penerapannya dalam Demokrasi Terpimpin setelah 1959, menunjukkan keinginan Soekarno untuk menjaga stabilitas politik dengan menyatukan nasionalisme, agama, dan komunisme.

Namun, implementasinya justru memperlebar jurang konflik antara PKI, militer, dan kelompok agama. Alih-alih memperkuat bangsa, Nasakom berakhir menjadi biang kerok yang membuka jalan bagi tragedi G30S 1965 dan kejatuhan Soekarno.

Warisan ini tetap menjadi pelajaran penting tentang risiko besar ketika ideologi dipaksakan tanpa memperhitungkan keseimbangan nyata di lapangan.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak