- Enam jenis ternak cepat panen seperti ayam, lele, dan jangkrik bisa hasilkan Rp200 ribu per hari.
- Modal kecil dan lahan sempit cukup, asal paham karakter hewan serta menjaga kebersihan kandang.
- Kesabaran dan ketelatenan jadi kunci sukses agar usaha ternak kecil berkembang jadi sumber rezeki besar.
SuaraJawaTengah.id - Tak semua orang mau berternak karena dianggap butuh waktu lama untuk panen. Padahal, ada beberapa jenis ternak yang bisa menghasilkan cuan harian hingga Rp200 ribu bahkan dengan modal kecil.
Menariknya, usaha ini bisa dijalankan di lahan sempit seperti halaman belakang rumah. Kalau kamu tertarik memulai usaha peternakan dengan hasil cepat, sebagaimana dikutip dari YouTube Inspirasi Pagi berikut enam pilihan ternak yang menjanjikan di tahun ini.
1. Ayam Pedaging: Panen dalam 35 Hari
Jenis usaha ternak yang paling populer dan cepat menghasilkan adalah ayam pedaging. Dalam waktu 30–35 hari saja, ayam sudah bisa dipanen dengan bobot sekitar 1,5 hingga 2 kilogram per ekor.
Untuk pemula, modal awal sekitar Rp1,8 juta cukup untuk memulai dengan 100 ekor DOC (day old chick). Perhitungan kasarnya, jika harga ayam Rp25.000 per kilogram, omzet bisa mencapai Rp3,7 juta per siklus.
Yang perlu diperhatikan adalah manajemen pemeliharaan, pakan, dan stabilitas harga pasar. Meski ada tantangan fluktuasi harga, ayam pedaging tetap menjadi primadona bagi peternak pemula karena perputaran modalnya cepat.
2. Lele: Ternak Ikan yang Gampang dan Cepat Panen
Lele terkenal sebagai ikan yang mudah dipelihara dan cepat tumbuh. Dengan teknik budidaya yang baik, lele bisa dipanen dalam waktu dua bulan. Kuncinya ada pada kualitas air dan pakan yang mengandung minimal 31 persen protein, serta bibit unggul yang sehat.
Modal awal sekitar Rp1,4 juta cukup untuk membeli 1.000 ekor bibit lele dan pakan hingga panen. Setelah dua bulan, 900 ekor lele (karena biasanya 10 persen mati) bisa menghasilkan omzet sekitar Rp2,2 juta.
Baca Juga:Duh! Sejumlah Hewan Ternak di Jateng Terserang LSD, Ganjar: Isolasi dan Penanganan Secepatnya
Namun, jangan terburu-buru ingin cepat panen. Kesabaran sangat penting agar hasil maksimal dan tidak mengalami gagal panen.
3. Jangkrik: Pakan Hewan yang Cuan Besar
Kalau kamu ingin usaha yang unik tapi cepat panen, ternak jangkrik bisa jadi pilihan. Siklus panennya hanya sekitar 35 hari, bahkan bisa lebih cepat bila pakan dan lingkungan kandang terjaga.
Dengan modal Rp900 ribu, kamu bisa memulai dari nol. Saat panen, 1 kilogram telur jangkrik bisa berkembang menjadi 80 kilogram jangkrik dewasa. Jika dijual dengan harga Rp65 ribu per kilogram, omzet bisa mencapai Rp5,2 juta per bulan.
Pasarnya juga luas karena jangkrik digunakan sebagai pakan burung dan reptil. Tantangan terbesar ada di perawatan kandang dan pakan, sebab keduanya sangat berpengaruh pada kecepatan tumbuh jangkrik.
4. Lovebird: Warna Cantik, Harga Menarik
Burung lovebird memiliki pasar tersendiri di dunia hobi. Selain warnanya yang menarik, ternak lovebird termasuk cepat menghasilkan. Jika kamu menyuapi anakan sejak usia 10–15 hari, panen bisa dilakukan setiap 2–3 minggu.
Untuk memulai, modal sekitar Rp5,6 juta cukup untuk membeli 5 pasang indukan, 5 set kandang, dan biaya operasional sebulan. Dengan harga jual lovebird Rp300 ribu per ekor, omzet bulanan bisa mencapai Rp10 juta, dengan laba bersih sekitar Rp2,3 juta setelah dipotong biaya.
Meski begitu, indukan mudah stres dan anakan rentan sakit, jadi perawatan ekstra dibutuhkan. Namun selama pasar burung hias masih ramai, lovebird tetap jadi salah satu usaha ternak paling menjanjikan.
5. Keroto: Permintaan Tinggi, Panen Tiap 20 Hari
Keroto atau telur semut rangrang punya nilai jual tinggi, bahkan mencapai Rp150 ribu per kilogram. Sayangnya, peternaknya masih sedikit sehingga peluang pasarnya besar.
Setelah masa stabilisasi selama enam bulan, ternak keroto bisa panen dua kali sebulan, bahkan setiap hari jika koloni semut sehat. Modal sekitar Rp1,6 juta cukup untuk memulai, mencakup bibit, kandang rak kayu, dan biaya operasional.
Kendalanya, koloni semut mudah mati dan perawatannya cukup merepotkan. Tapi dengan ketelatenan, hasilnya sebanding. Permintaan pasar yang tinggi menjadikan keroto salah satu bisnis peternakan berprospek cerah.
6. Ikan Gupi: Kecil Tapi Menguntungkan
Ikan hias gupi juga termasuk ternak yang cepat panen dan punya pasar internasional. Dari Asia Tenggara hingga Amerika Serikat, permintaan gupi cukup tinggi karena tampilannya menarik dan mudah dirawat.
Modal awalnya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp450 ribu untuk membeli 4 akuarium, indukan, dan pakan. Dalam sebulan, anakan gupi bisa mencapai 150 ekor. Jika harga jual Rp15 ribu per ekor, omzet mencapai Rp2,2 juta per siklus.
Kunci suksesnya adalah menjaga kebersihan akuarium dan mencegah penyakit. Meski tampak sederhana, potensi pasarnya sangat besar jika dikembangkan secara konsisten.
Keenam usaha ternak di atas membuktikan bahwa untuk mendapatkan penghasilan harian hingga Rp200 ribu, kamu tak perlu modal besar. Dari ayam hingga ikan gupi, semuanya bisa dilakukan bahkan di lahan terbatas.
Yang penting, pahami karakter tiap hewan, jaga kebersihan kandang, dan rajin belajar dari pengalaman. Dalam dunia ternak, kesabaran dan ketelatenan adalah modal utama selain uang.
Jika kamu serius menekuninya, bukan tidak mungkin usaha kecilmu bisa berkembang menjadi ladang rezeki besar di masa depan.
Kontributor : Dinar Oktarini