CCEP Indonesia Pasang PLTS Atap 1,2 MWp, Kunci Jateng Raih 21,32% Bauran EBT

Jawa Tengah kejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 21,32%. Aksi nyata industri lewat peresmian PLTS Atap CCEP Indonesia 1,2 MWp di Semarang jadi kunci

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 07 November 2025 | 06:35 WIB
CCEP Indonesia Pasang PLTS Atap 1,2 MWp, Kunci Jateng Raih 21,32% Bauran EBT
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Pabrik Semarang. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Provinsi Jawa Tengah tengah berpacu dengan waktu untuk merealisasikan target ambisius bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 21,32 persen pada akhir tahun ini.

Upaya percepatan Net Zero Emission (NZE) ini tidak lagi hanya menjadi urusan pemerintah daerah, melainkan telah menemukan momentum dari komitmen sektor industri yang bertindak sebagai motor penggerak transisi energi.

Hingga tahun 2024, Jawa Tengah telah berhasil memanfaatkan 18,33 persen EBT dalam penggunaan energinya, angka yang semakin mendekati target berkat dukungan kebijakan Perda No. 12/2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

Pemerintah Provinsi sendiri terus memaksimalkan potensi kewilayahan, seperti pengembangan mikrohidro di Banyumas, energi bayu (angin) di Demak dan Brebes, serta energi panas bumi di Wonosobo dan Tegal.

Baca Juga:Banjir Kaligawe Semarang Surut, Proyek Pengendalian Jangka Panjang Dikebut

Langkah ini berjalan beriringan dengan inisiatif sektor swasta, salah satunya Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), yang baru saja meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Pabrik Semarang.

Instalasi yang dibangun di atas lahan 13.722 m² dengan 2.197 modul surya ini mampu menyuplai sekitar 17 persen kebutuhan energi harian pabrik dan secara signifikan menurunkan emisi hingga 1.700 ton COe per tahun.

Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, menyambut baik kontribusi korporasi ini. Ia menilai langkah industri yang mulai memanfaatkan energi hijau adalah cerminan dari kolaborasi yang didorong pemerintah daerah.

"[Apa yang dilakukan CCEP Indonesia] ini pas dengan apa yang terus kita dorong. Mulai menggunakan air sebagai sumber bahan baku yang berkelanjutan, sambil memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga suplai airnya tetap ada, industrinya juga menggunakan energi yang ramah lingkungan. Langkah-langkahnya bagus," kata Sujarwanto pada Kamis (6/11/2025).

Insentif dan Tuntutan Global Dorong Energi Bersih

Baca Juga:Laga Tornado FC vs PSIS Semarang Digelar Tanpa Penonton

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Pabrik Semarang. [Istimewa]
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) Pabrik Semarang. [Istimewa]

Keputusan perusahaan seperti CCEP Indonesia untuk beralih ke energi bersih didorong oleh strategi keberlanjutan jangka panjang yang didasari dua faktor utama: insentif domestik dan tuntutan pasar global.

Natasha Gabriella, Head of Sustainability CCEP Indonesia, menjelaskan bahwa faktor pendorong internal mencakup inovasi produk PLN seperti Green Tariff dan Renewable Energy Certificate (REC) yang menjanjikan beban investasi EBT yang jauh lebih rendah.

Di sisi lain, faktor penarik eksternal adalah regulasi internasional di Uni Eropa dan Amerika Serikat yang mewajibkan perhitungan emisi karbon dan potensi penerapan pajak karbon.

"Kami percaya jika kami ingin bisnis kami bertahan untuk jangka panjang, bukan hanya 5-10 tahun tapi mungkin hingga 100 tahun dari sekarang, memang harus dilakukan secara berkelanjutan," ujar Natasha.

Saat ini, melalui kombinasi instalasi PLTS (termasuk yang telah beroperasi 7,2 MWp di Bekasi dan 2,4 MWp di Pasuruan) dan pembelian REC dari PLN, sekitar 29,5 persen konsumsi listrik CCEP Indonesia berasal dari energi terbarukan.

Dukungan Penuh PLN dan Kuota PLTS Industri

Transisi energi yang masif di sektor industri ini juga tidak lepas dari peran krusial PT PLN (Persero) dalam menyediakan infrastruktur dan kebijakan pendukung.

Daniel Lestanto, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero), menegaskan komitmen perusahaan dengan adanya rekomposisi kuota PLTS Atap yang diakomodasi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, di mana hingga 2028, terdapat kuota pembangkitan PLTS Atap hingga 2 GWP.

Tingginya minat industri terlihat dari data PLN. "Kami punya daftar tunggu sekitar 375 MWP. Artinya, demand-nya itu sudah ada dan harus bisa kami angkut semua, supaya bisa tercover. Harapan kami, industri-industri lain bisa mengikuti [langkah] CCEP Indonesia karena energi bersih itu menjadi tanggungjawab kita sendiri," ucap Daniel.

Hingga September 2025, daya terpasang dari fasilitas PLTS Atap secara nasional telah mencapai 708 MWP, dengan 567 MWP di antaranya berasal dari sektor industri.

Di Jawa Tengah sendiri, Daniel mencatat ada sekitar 2.000-2.500 industri yang telah memanfaatkan PLTS Atap.

Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, memastikan bahwa inisiatif energi bersih tidak hanya terbatas pada pemanfaatan panel surya.

"[Pemanfaatan] Solar panel kami sedang mencoba kolaborasi dengan kawasan industri, karena ada satu pabrik lagi di kawasan industri yang coba kami kerjasamakan untuk memasang PLTS Atap. Tetapi yang pasti, inisiatif keberlanjutan itu tetap ada, tidak cuma di solar panel, mungkin juga yang lain akan terus kami coba, kami asses kira-kira mana yang paling pas," tutup Karina.

Langkah kolaboratif ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai provinsi yang proaktif dalam mendukung target emisi nasional dan membuka peluang ekonomi hijau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak