7 Fakta Viral Nota Warung Kopi Fantastis di Telaga Sarangan Magetan

Viral keluhan getok harga di Telaga Sarangan: nota kopi Rp586 ribu. Disbudpar Magetan akan evaluasi, ingatkan pedagang pasang harga wajar.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 07 Januari 2026 | 08:27 WIB
7 Fakta Viral Nota Warung Kopi Fantastis di Telaga Sarangan Magetan
Nota warung kopi fantastis di telaga sarangan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pengunjung mengeluhkan dugaan praktik getok harga setelah sebuah nota warung kopi senilai Rp586.000 viral di Magetan.
  • Rincian menu sederhana seperti jahe susu dan kopi instan yang dipatok mahal memicu perdebatan warganet mengenai transparansi harga.
  • Disbudpar Magetan menyatakan kasus ini menjadi bahan evaluasi dan mengimbau pedagang menerapkan harga wajar serta konsumen waspada.

SuaraJawaTengah.id - Keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, kembali mencuat dan viral di media sosial.

Kali ini, sorotan publik tertuju pada sebuah nota pembayaran warung kopi dengan nilai ratusan ribu rupiah yang dinilai tidak sebanding dengan menu yang dipesan.

Kasus ini memicu perdebatan luas dan kembali mengingatkan soal tata kelola harga di destinasi wisata unggulan Jawa Timur tersebut. Berikut rangkuman fakta-fakta pentingnya.

1. Unggahan Nota Warung Kopi Kembali Viral

Baca Juga:Berikut Ini Daftar Lengkap Korban Bus Pariwisata Masuk Jurang di Objek Wisata Guci Tegal

Kasus ini mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan foto nota pembayaran dari salah satu warung kopi di kawasan Telaga Sarangan.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun bernama Agus Suyono, yang mengaku mengalami sendiri kejadian tersebut saat berwisata.

Dalam unggahannya, Agus menyebut tetap membayar seluruh pesanan meski merasa harga yang dipatok tidak wajar. Unggahan itu pun cepat menyebar dan menuai beragam reaksi warganet.

2. Total Pembayaran Capai Rp586 Ribu

Dalam foto nota yang diunggah, tercantum total pembayaran mencapai Rp586.000. Angka tersebut langsung menyedot perhatian karena menu yang dipesan tergolong sederhana dan lazim dijumpai di warung kopi pada umumnya.

Baca Juga:Kecelakaan Bus Pariwisata di Objek Wisata Guci Gara-gara Rem Tangan Ditarik Anak Kecil?

Agus menyebut pengalaman tersebut membuatnya kapok dan enggan kembali ke warung yang sama. Meski begitu, ia menegaskan tidak mempermasalahkan pembayaran, melainkan ingin berbagi pengalaman agar wisatawan lain lebih waspada.

3. Rincian Menu Dinilai Tak Masuk Akal

Berdasarkan rincian yang tertulis dalam nota, pesanan yang dibeli antara lain minuman jahe susu, kopi instan, mi instan, bakso, hingga teh panas. Beberapa item dipesan lebih dari satu gelas.

Berikut rincian harga yang tercantum dalam nota:

  • Jahe susu 11 gelas: Rp220.000
  • Jahe: Rp15.000
  • Good Day coklat 11 gelas: Rp165.000
  • Pop Mie: Rp15.000
  • Bakso: Rp25.000
  • Le Mineral: Rp10.000
  • Es kopi mix: Rp20.000
  • Kopi hitam pahit 2 gelas: Rp20.000
  • Pop Mie tambahan: Rp15.000
  • Jeruk anget: Rp15.000
  • Teh panas 3 gelas: Rp36.000

Rincian tersebut dinilai sebagian warganet tidak sebanding dengan harga umum menu serupa di daerah lain.

4. Unggahan Disertai Curhatan Pribadi

Dalam keterangan unggahannya, Agus menuliskan pengalaman pribadinya dengan nada bercanda namun menyimpan kekecewaan. Ia bahkan menyertakan nomor telepon pribadinya dalam unggahan tersebut.

Ia mengaku tetap membayar nota tersebut, namun menyatakan tidak ingin mengulang pengalaman serupa di kemudian hari. Curhatan tersebut justru membuat unggahan semakin ramai diperbincangkan.

5. Warganet Terbelah dalam Menanggapi

Unggahan ini memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian besar menilai harga yang dipatok terlalu tinggi dan merugikan wisatawan. Namun, tak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya menanyakan harga sebelum memesan, khususnya di kawasan wisata.

Perdebatan ini kembali mengangkat isu klasik tentang transparansi harga dan perlindungan konsumen di destinasi wisata populer.

6. Disbudpar Magetan Angkat Bicara

Menanggapi viralnya kasus tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Joko Trihono, menyatakan pihaknya menghargai kritik dan masukan dari masyarakat.

“Secara prinsip, kami mengucapkan terima kasih atas kritikan dari warganet. Ini menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Joko sebagaimana dikutip dari Facebook Info Ponorogo. 

Ia menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berulang kali mengimbau para pedagang di kawasan Telaga Sarangan agar memberikan pelayanan yang baik, termasuk menerapkan harga wajar dan mencantumkan daftar harga secara jelas.

7. Bukan Kasus Pertama di Telaga Sarangan

Joko Trihono mengakui bahwa kasus serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan Telaga Sarangan. Menurutnya, warung-warung yang viral akibat dugaan getok harga seharusnya mendapatkan sanksi sosial dari publik.

“Wisatawan bisa memilih untuk tidak datang lagi ke tempat tersebut. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” tegasnya.

Ia juga mengimbau wisatawan agar menjadi konsumen yang bijak dengan tidak ragu menanyakan harga sebelum memesan, demi menghindari persoalan serupa di kemudian hari.

Kasus viral nota warung kopi di Telaga Sarangan ini kembali menegaskan pentingnya transparansi harga dan komunikasi antara pedagang dan wisatawan. Di sisi lain, kejadian ini menjadi pengingat bahwa citra pariwisata daerah sangat bergantung pada kepercayaan publik dan pengalaman pengunjung.

Kontributor : Dinar Oktarini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini