7 Fakta Banjir Bandang di Pati, Jembatan Putus hingga Tumpukan Kayu Misterius

Banjir bandang di Pati merusak infrastruktur (jembatan putus) & permukiman, dampaknya dirasakan 48 desa. Warga waspada & harap perbaikan segera.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Januari 2026 | 07:10 WIB
7 Fakta Banjir Bandang di Pati, Jembatan Putus hingga Tumpukan Kayu Misterius
Ilustrasi banjir di Pati. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Banjir bandang terjadi di Kabupaten Pati akibat hujan deras, menyebabkan luapan sungai membawa material yang menyumbat jembatan.
  • Dampak signifikan mencakup putusnya jembatan penghubung di Kecamatan Gembong dan kerusakan parah rumah warga di Margoyoso.
  • BPBD mencatat 48 desa di 12 kecamatan terdampak, dengan status Siaga 2 ditetapkan karena debit air Kali Juana belum surut.

Sebelumnya, banjir bandang juga menerjang wilayah Bulu Manis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Arus air yang deras merusak sejumlah rumah warga, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan hancur tersapu banjir.

Selain rumah yang rusak berat, ratusan rumah lainnya terendam lumpur akibat jebolnya tanggul sungai sepanjang kurang lebih 20 meter. Debit air sungai meningkat drastis setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah lereng Pegunungan Muria.

Lumpur tebal mengendap di dalam rumah warga, memaksa mereka melakukan pembersihan secara manual dengan peralatan seadanya.

5. Puluhan Desa Terdampak, Ribuan Warga Merasakan Dampak

Baca Juga:Jelajah Rasa! Ini Daftar Kota di Jawa Tengah yang Jadi Surganya Pecinta Kuliner

BPBD Kabupaten Pati mencatat sedikitnya 48 desa di 12 kecamatan terdampak banjir bandang. Ribuan jiwa dilaporkan merasakan dampak langsung dari peristiwa ini.

Ratusan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat beragam, sementara belasan rumah dilaporkan rata dengan tanah. Meski demikian, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing, meskipun sempat terjadi isolasi di beberapa wilayah akibat akses jalan terputus.

Petugas terus melakukan pendataan kerusakan dan membantu warga terdampak, sembari memantau perkembangan cuaca dan debit air sungai.

6. Warga Berharap Penanganan Segera Dilakukan

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan lanjutan, terutama perbaikan jembatan yang putus dan normalisasi sungai. Infrastruktur yang rusak dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca Juga:Soal Kasus Korupsi DJKA, Bupati Pati Sudewo Datang Penuhi Panggilan KPK

Selain itu, warga juga meminta adanya langkah antisipasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir bandang, mengingat wilayah Pati kerap terdampak luapan sungai saat hujan lebat mengguyur kawasan pegunungan.

Kontributor : Dinar Oktarini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak