- Soal Bahasa Inggris Kelas 10, halaman 112-113, menguji perbandingan argumen dua teks tentang graffiti.
- Teks pertama memandang graffiti sebagai seni bernilai estetika dan penghubung publik, sedangkan teks kedua melihatnya sebagai vandalisme.
- Kunci jawaban disediakan untuk memandu siswa membandingkan kedua teks tersebut berdasarkan poin-poin spesifik.
SuaraJawaTengah.id - Pada buku pelajaran Bahasa Inggris Kelas 10 Kurikulum Merdeka, halaman 112-113, terdapat soal latihan yang membahas teks ekspositori yang berjudul “Why Should Graffiti be Considered Art?” dan “Graffiti is Always Vandalism”.
Soal-soal ini bertujuan untuk menguji pemahaman siswa terhadap isi teks dan bagaimana mereka dapat membandingkan argumen yang disampaikan dalam kedua teks tersebut.
Soal ini mengharuskan siswa untuk membaca kedua teks tersebut dengan cermat dan memberikan jawaban berdasarkan pemahaman mereka. Kunci jawaban berikut ini disediakan untuk membantu orang tua atau wali dalam membimbing proses belajar anak dan memastikan bahwa siswa memahami materi yang telah diajarkan.
Sebelum merujuk pada kunci jawaban ini, disarankan agar siswa terlebih dahulu mencoba menjawab soal-soal tersebut secara mandiri untuk memperdalam pemahaman mereka.
Baca Juga:Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 12 Halaman 125132 Kurikulum Merdeka Bab 3 APBN dan APBD
Kunci Jawaban Soal Bahasa Inggris Kelas 10 Halaman 112-113
Soal pada buku ini mengajak siswa untuk membandingkan dua teks ekspositori yang memberikan pandangan berbeda tentang graffiti. Siswa diminta untuk memutuskan apakah pernyataan tertentu ditemukan atau dibahas dalam salah satu teks atau keduanya. Berikut adalah jawaban yang benar sesuai dengan teks yang telah diberikan.
1. Graffiti is art – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama menjelaskan bahwa graffiti adalah bentuk seni yang dihargai oleh banyak orang, dan dapat mengubah pandangan orang terhadap objek yang terlihat biasa.
2. Graffiti is always vandalism – Teks 2
Jawaban: Teks 2
Teks kedua menjelaskan bahwa graffiti selalu dilihat sebagai tindakan vandalisme, karena dilakukan tanpa izin dan merusak properti publik atau pribadi.
3. Graffiti is celebrated by those who are juvenile – Teks 2
Jawaban: Teks 2
Teks kedua menyebutkan bahwa graffiti sering kali dilakukan oleh remaja, dan ini sering dikaitkan dengan perilaku vandalisme.
Baca Juga:Rumus Balok: Panduan Lengkap dan Contoh Soal Agar Lebih Mudah Dipahami
4. Graffiti connects the public and the artist – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama menyatakan bahwa graffiti dapat menghubungkan publik dengan artis, karena seni ini dapat dilihat dan dinikmati oleh banyak orang.
5. Graffiti turns simple buildings into a masterpiece – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama menyebutkan bahwa graffiti dapat mengubah bangunan sederhana menjadi karya seni yang mengesankan, mengubah suasana kota dan memperkaya estetika.
6. Graffiti has the power to affect people positively – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama juga mengungkapkan bahwa graffiti dapat mempengaruhi orang dengan cara yang positif, menginspirasi dan memberi dampak pada masyarakat melalui ekspresi seni.
7. Graffiti is committed without permission on another person’s property – Teks 2
Jawaban: Teks 2
Teks kedua menyebutkan bahwa graffiti dilakukan tanpa izin pada properti orang lain, yang menyebabkan kerusakan dan merusak estetika bangunan.
8. No two pieces of graffiti are the same – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama menjelaskan bahwa setiap karya graffiti unik, karena masing-masing memiliki karakteristik dan gaya yang berbeda-beda.
9. Physical disorder and vandalism have a contagious effect – Teks 2
Jawaban: Teks 2
Teks kedua menekankan bahwa tindakan vandalisme, termasuk graffiti, dapat memiliki efek menular, yang mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.
10. Everyone is meant to be appreciated – Teks 1
Jawaban: Teks 1
Teks pertama mengajak kita untuk menghargai setiap individu, termasuk para seniman graffiti yang menyampaikan pesan melalui karya seni mereka.
11. The one who created graffiti is usually involved in other crimes as well – Teks 2
Jawaban: Teks 2
Teks kedua berpendapat bahwa banyak pembuat graffiti juga terlibat dalam kejahatan lain, karena sering kali terkait dengan tindakan ilegal lainnya.
Pembahasan Soal dan Pemahaman Teks Ekspositori
Kunci jawaban ini menunjukkan perbedaan pandangan antara kedua teks ekspositori. Teks pertama melihat graffiti sebagai bentuk seni yang memiliki nilai estetika dan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat, sementara teks kedua berfokus pada sisi negatif graffiti yang sering dianggap sebagai tindakan vandalisme yang merusak properti dan melanggar hukum.
Perbandingan Kedua Teks Ekspositori
Teks 1: "Why Should Graffiti be Considered Art?"
Teks ini mengedepankan argumen bahwa graffiti adalah seni yang sah dan memiliki nilai estetika. Graffiti dapat mengubah ruang publik menjadi lebih menarik dan dapat dianggap sebagai ekspresi diri dari para seniman yang ingin menyampaikan pesan melalui medium yang mudah dijangkau oleh publik. Menurut teks ini, graffiti memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang secara positif, memberi inspirasi, dan bahkan menghubungkan masyarakat dengan seniman.
Teks 2: "Graffiti is Always Vandalism"
Sebaliknya, teks kedua menganggap graffiti sebagai tindakan vandalisme yang selalu merusak properti tanpa izin. Teks ini berfokus pada dampak negatif dari graffiti, yaitu kerusakan yang ditimbulkan dan efek menular yang dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Menurut teks ini, graffiti lebih sering dilakukan oleh remaja yang mencari perhatian atau sebagai bentuk pemberontakan, yang seringkali melibatkan tindakan ilegal lainnya.
Kunci jawaban ini memberikan panduan yang jelas bagi siswa untuk memahami perbedaan antara kedua pandangan mengenai graffiti. Sebagai orang tua, Anda dapat menggunakan kunci jawaban ini untuk membantu anak-anak memeriksa pemahaman mereka tentang teks ekspositori, serta bagaimana mengidentifikasi dan membandingkan argumen yang disajikan dalam teks yang berbeda.
Melalui latihan ini, siswa tidak hanya belajar mengenai perbedaan pendapat tetapi juga mengasah kemampuan analitis mereka untuk membandingkan argumen yang ada, yang merupakan keterampilan penting dalam memahami teks ekspositori dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Catatan untuk Orang Tua: Sebelum merujuk pada kunci jawaban, pastikan anak-anak mencoba mengerjakan soal terlebih dahulu untuk memastikan mereka benar-benar memahami materi yang telah dipelajari.
Kontributor : Dinar Oktarini