Pengusaha dan Pelindo Antisipasi Kepadatan Logistik Jelang Lebaran Meningkat

Logistik naik jelang Lebaran 2026 di Jateng & Jatim. ALFI siapkan strategi atasi lonjakan volume kargo di pelabuhan. Pelindo jaga operasional 24 jam.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 09 Maret 2026 | 20:38 WIB
Pengusaha dan Pelindo Antisipasi Kepadatan Logistik Jelang Lebaran Meningkat
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Arus logistik nasional meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan prediksi lonjakan kargo mencapai 130% di Jateng.
  • ALFI Jawa Timur menerapkan strategi pengalihan *storage* ekspor untuk sementara menampung impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya demi kelancaran bongkar muat.
  • PT Pelindo Terminal Petikemas menjamin operasional 24 jam dan menyiapkan lokasi *overbrengen* untuk mengurai kepadatan peti kemas di area terminal menjelang libur Lebaran.

SuaraJawaTengah.id - Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar.

Peningkatan arus logistik jelang Lebaran di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen.

Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari. Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas.

"Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ucap Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga:Listrik Mati Massal Jateng: 894 Ribu Pelanggan Terdampak Badai, 8 Wilayah Sempat Gelap Gulita

Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jawa Timur (Jatim) menyiapkan strategi khusus. Salah satunya, pengalihan storage ekspor untuk menampung sementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, saat dihubungi, Selasa (03/03/2026), mengatakan menjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Dia memprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan Kembali normal setelah April.

"Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," papar Wibi, sapaan akrabnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar.

"Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujar dia.

Baca Juga:Seret Nama Gubernur di Pusaran OTT, Ahmad Luthfi Ungkap Fakta Pertemuan dengan Fadia A Rafiq

Wibi membeberkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Namun, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.

Lebih jauh, dia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak perlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran kapal bisa lebih banyak.

Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari.

Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio).

"Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," kata Widyaswendra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak