- Hingga H+2 Lebaran 2026, baru 50,16% atau 1,7 juta kendaraan kembali ke Jabotabek dari proyeksi total 3,39 juta.
- Volume lalu lintas mulai meningkat tajam sejak H+2 Lebaran, terutama dari arah Trans Jawa dan Bandung menuju Jabotabek.
- Jasa Marga menerapkan mitigasi seperti rekayasa lalu lintas dan menawarkan diskon tol 30% untuk menyebar kepadatan arus balik.
SuaraJawaTengah.id - Waspada, potensi kemacetan parah di sejumlah ruas tol utama masih mengintai. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan baru separuh dari total kendaraan pemudik yang telah kembali ke wilayah Jabotabek hingga H+2 Lebaran 2026.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat akan terjadinya lonjakan volume lalu lintas yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa volume lalu lintas yang kembali ke Jabotabek pada periode 11-23 Maret 2026 baru mencapai 1.702.500 kendaraan.
Angka ini dihimpun dari empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).
Baca Juga:BRI Semarang Ahmad Yani Buka Posko Mudik BRImo di Rest Area KM 429 Tol Semarang - Solo
Dalam keterangannya tertulis, Rivan menyebutkan angka tersebut baru setara 50,16 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke Jabotabek.
Artinya, masih ada sekitar 1,69 juta kendaraan lagi yang akan memadati jalan tol menuju Jakarta dan sekitarnya hingga akhir periode arus balik pada 31 Maret mendatang.
"Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” ujar Rivan.
Berdasarkan data distribusi, mayoritas kendaraan yang sudah kembali berasal dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung) dengan total 696.748 kendaraan atau 40,9 persen. Disusul dari arah barat (Merak) sebanyak 568.159 kendaraan (33,4 persen), dan dari arah selatan (Puncak) sebanyak 437.593 kendaraan (25,7 persen).
Lonjakan Mulai Terasa Sejak H+2
Baca Juga:50 Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah Semarang 2026 pada 20 Maret, Ini Daftar Lengkapnya
Meski secara kumulatif angka arus balik dari beberapa gerbang tol masih lebih rendah dari lalu lintas normal, tren peningkatan tajam mulai terlihat sejak Senin (23/3/2026) atau H+2 Idulfitri. Pada hari itu, total kendaraan yang masuk Jabotabek mencapai 225.293 kendaraan, melonjak drastis 73,7 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Kenaikan paling signifikan terjadi di GT Cikampek Utama yang menjadi akses utama dari arah Trans Jawa. Volume kendaraan di gerbang tol ini mencapai 75.837 kendaraan, atau meroket hingga 197,7 persen dibandingkan hari biasa.
Menghadapi prediksi puncak arus balik, Jasa Marga telah menyiagakan sejumlah strategi mitigasi. Mulai dari mengoptimalkan operasional gardu tol, menyiagakan armada layanan jalan tol, hingga persiapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow sesuai diskresi kepolisian.
Manfaatkan WFA dan Diskon Tol
Untuk memecah kepadatan, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Rivan menyarankan agar pemudik yang memiliki fleksibilitas waktu bisa menunda kepulangan dan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026.
Selain itu, Jasa Marga juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Jasa Marga Group untuk perjalanan menerus. Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan lalu lintas secara lebih merata.