- Seorang pemuda bernama Rhamaditya ditemukan meninggal dunia di sungai irigasi Kabupaten Grobogan pada 2 April 2026 pagi.
- Korban diduga meninggal akibat terpeleset dan tenggelam karena tidak dapat berenang saat berada di pinggir sungai tersebut.
- Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban setelah pencarian intensif selama dua jam tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
SuaraJawaTengah.id - Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang pemuda bernama Rhamaditya (20), warga Dusun Taban, Desa Jenengan, Kecamatan Klambu, ditemukan meninggal dunia di sungai irigasi pada Kamis, 2 April 2026.
Kejadian ini mengejutkan warga sekitar, terlebih korban sempat terlihat meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam. Berikut 7 fakta penting di balik peristiwa tersebut.
1. Korban Ditemukan Meninggal di Sungai Irigasi
Rhamaditya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi yang berada di wilayah Klambu. Sungai tersebut memiliki arus cukup deras dengan volume air penuh dan lebar sekitar 15 meter.
Baca Juga:Grobogan Diterjang Banjir Bandang: 14 Desa Terendam, Tanggul Jebol, Ratusan Warga Terjebak!
Lokasi ini dikenal sebagai jalur irigasi aktif yang cukup berisiko, terutama saat debit air meningkat.
2. Awalnya Dilaporkan Tenggelam Pagi Hari
Pihak kepolisian menerima laporan adanya orang tenggelam sekitar pukul 07.30 WIB.
Kapolsek Klambu AKP R. Enggal Agung menjelaskan bahwa laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan proses pencarian.
“Ada saksi yang melihat korban meminta pertolongan di tengah sungai,” ungkapnya.
Baca Juga:Banjir Grobogan Lumpuhkan Jalur Kereta Api Utara Jawa, Ribuan Penumpang Terdampak
3. Saksi Sempat Berusaha Menolong
Beberapa warga yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan.
Saksi bernama Sudarmini bersama Abdul Munif dan Ngatimin mencoba menyusuri aliran sungai untuk mencari korban.
Namun derasnya arus dan kondisi sungai membuat proses penyelamatan menjadi sulit dilakukan secara cepat.
4. Proses Pencarian Libatkan Banyak Pihak
Setelah laporan diterima, pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.