- Gubernur Ahmad Luthfi meminta mahasiswa membawa data dan solusi konstruktif dalam Konfercab PMII Kudus pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
- Mahasiswa Kudus diminta mengawal aspirasi secara bertanggung jawab sesuai undang-undang dan menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah Jawa Tengah.
- Ketua PC PMII Medan Wijaya menyatakan dukungan, sementara Bupati Sam'ani Intakoris terbuka terhadap kritik dari kader mahasiswa.
Ruang dialog tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan masyarakat dapat dibahas melalui komunikasi dan kolaborasi, tanpa menghilangkan fungsi kontrol mahasiswa terhadap pemerintah.
PMII Diminta Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Ketua PC PMII Kabupaten Kudus, Medan Wijaya, menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Ia menyebut Luthfi sebagai bagian dari keluarga besar PMII karena merupakan alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya.
“Kami menyadari bahwa Pak Gubernur bukan orang lain, tetapi bagian dari keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga:Kronologi Kasus Deepfake AI di Jateng: Ditolak Mantan Pacar, Mahasiswa Semarang Sebar Konten Porno
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa.
Ia justru meminta kader PMII aktif mengingatkan pemerintah ketika menemukan kebijakan atau persoalan yang perlu diperbaiki.
“Ingatkan, beri masukan, beri ide-ide dan inovasi-inovasi,” kata Sam’ani.
Konfercab XXXII PC PMII Kudus diikuti sekitar 230 anggota dan kader dari tingkat rayon, komisariat hingga cabang. Selain menjadi agenda regenerasi kepengurusan, forum tersebut juga menjadi ruang perumusan kajian strategis terkait kaderisasi, organisasi, dan kelembagaan PMII.
Baca Juga:Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Raksasa Rp20,2 Triliun, Pasok Pangan hingga Dukung IKN!