SuaraJawaTengah.id - Pujo Sutopo (30), pedagang bakso asal Dukuh Nglebak, Desa Nganti, Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, tega menganiaya istri sirinya, Laily Qodaristy (32).
Aksi sadis itu dilakukan Pujo di kios tempat jualan istri itu di Pasar Gemolong pada Jumat (20/12/2019).
Kisah tragis itu bermula ketika Pujo mendapat kabar burung bahwa istri sirinya itu memiliki pria simpanan. Merasa cemburu, ia lantas mendatangi kios mainan anak-anak milik Laily.
Sesampainya di sana, dia langsung menendang pintu kios. Sempat terjadi percekcokan di dalam kios pasar itu.
Pujo tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia lantas menampar bibir Laily, membekap mulut dan hidungnya hingga ia kesulitan bernapas.
Tidak berhenti di situ, Pujo juga nekat memukul rahang kanan korban, menendang kaki hingga menginjak kemaluan istrinya.
Sejumlah pedagang yang mengetahui kejadian itu berusaha melerai. Namun, pujo balik mengancam para pedagang kalau berani ikut campur.
Rawat Inap
Akibat kejadian itu, Laily harus dilarikan ke RSUD dr Soeratno Gemolong untuk menjalani rawat inap. Setelah mendapat laporan warga, jajaran Polsek Gemolong langsung meringkus Pujo.
Baca Juga: Suami Aniaya Istri karena Tolak Hubungan Intim, Pemilik Kontrakan Trauma
Polisi langsung menahan Pujo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Padahal, Pujo dan Laily dijadwalkan menikah resmi pada awal Januari 2020.
“Insya Allah pernikahan resminya tetap berlangsung nanti awal Januari,” kata Pujo dengan yakin dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Selasa (31/12/2019) seperti diberitakan Solopos.com—jaringan Suara.com.
Pujo sendiri sudah memiliki istri sah. Kini, proses perceraiannya dengan istri pertama itu sudah masuk di persidangan. Pujo belum dikaruniai anak saat menikah dengan istri pertama.
Punya Anak
Hasil pernikahan sirinya dengan Laily yang sudah berlangsung enam tahun, Pujo dikaruniai seorang anak.
“Saya masih ingin bertanggung jawab sebagai suami dan ayah. Jadi, saya tetap ingin menikah resmi dengannya [Laily],” ujar Pujo.
Berita Terkait
-
Digebuki Suami Posesif Pakai Rantai, Istri Pulang Kerja Babak Belur
-
Suka Dianiaya Suami, Istri Buta dan Lumpuh Tewas dalam Kondisi Hamil
-
Murka karena Tolak Diajak Rujuk, ANF Siram Eks Istrinya Pakai Air Keras
-
Mobil PNS Adu Banteng, Satu Pemotor Tewas, Korban Lain Patah Kaki
-
Aula SMK 1 Miri Sragen Ambruk, 19 Siswa Jadi Korban
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah