Sampai lumpuh
Perjuangan Sumiyatun untuk melawan mafia tanah tak mudah. Mbah Tun pernah hampir lumpuh karena sawahnya tiba-tiba mau disita oleh bank.
Sebabnya, Mustofa yang menipunya tak membayar cicilan pinjaman kepada bank tempat ia menjaminkan tanah milik Sumiyatun.
"Mendengar tiba-tiba ada yang mau sita tanah saya tiba-tiba saya merasa lemas seperti hampir lumpuh," jelasnya.
Saat itu, Mbah Tun benar-benar kaget karena ia tidak pernah menerima uang hasil penjualan tanah peninggalan suaminya. Bahkan, Mbah Tun juga tak merasa menjual tanahnya.
Lebih kaget lagi, yang ingin sita tanah Mbah Tun adalah sebuah bank. Ia kaget karena Mbah Tun merasa tak pernah meminjan uang kepada bank, apalagi pinjam uang melalui agunan sertifikat tanah.
"Hati saya bergetar merasa kaget tidak bisa ngapa-ngapain. Saya tidak menerima uangnya. Tidak menjual, tidak meminjam uang kok ada kabar sawah saya mau disita," kata Mbah Tun dengan menitihkan air matanya.
Mbah Tun berharap keadilan akan berpihak kepadanya. Meski telihat tegar, berkali-kali Mbah Tun sakit karena memikirkan tanah yang hendak disita. Meski begitu, Mbah Tun tetap terus berjuang mendapatkan sawahnya.
"Ya mungkin karena berfikir terlalu keras saya jadi sering sakit-sakitan," ujarnya.
Baca Juga: ATR BPN dan Polri Berhasil Selamatkan Rp 85 Miliar dari Kasus Mafia Tanah
Jika sawah tersebut tetap disita, ia bingung tak lagi punya pegangan untuk mencari nafkah bagi dirinya di usia senja. Apalagi, tanah tersebut sangat berharga karena peninggalan suami tercintanya.
"Kalau di sita, saya tidak punya pegangan. Padahal saya sebenarnya ingin mandiri agar tidak merepotkan anak," ujarnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Ada yang Reaktif Corona, Gedung Muhammadiyah Jawa Tengah Ditutup
-
Sidak Bengawan Solo, Ganjar Temukan Bangkai Babi dan Pipa Siluman
-
Wali Kota Semarang Larang Warga Adakan Lomba 17-an, Diganti Tirakatan
-
Bahagianya Siswa Kelas 2 SD Ini saat Ganjar Pranowo Penuhi Undangannya
-
Seniman Jateng Minta Izin Pentas, Ganjar Pranowo Setuju Asal Virtual
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas
-
Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo
-
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo Dimutasi, Digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Perputaran Ekonomi hingga UMKM Lokal
-
Polresta Solo Siapkan 350 Personel Amankan Laga Persis Solo vs Kendal Tornado FC