- Jurusan Hukum, Akuntansi, dan Keuangan sangat dibutuhkan karena berperan vital dalam penyusunan regulasi, pengelolaan, serta pengawasan ketat anggaran negara.
- Formasi besar lainnya meliputi bidang Pendidikan (guru), Ilmu Pemerintahan, serta Administrasi Publik untuk mendukung operasional dan kebijakan di seluruh lini birokrasi pemerintah.
- Sektor kesehatan (Keperawatan, Kedokteran, Farmasi) dan Teknologi Informasi juga mengalami peningkatan permintaan signifikan seiring digitalisasi dan kebutuhan layanan publik dasar.
SuaraJawaTengah.id - Menjadi Pegawai Negeri Sipil masih menjadi impian banyak orang. Meski dunia kerja terus berubah, PNS tetap dianggap sebagai jalur karier stabil yang menawarkan kepastian pendapatan, jenjang jelas, dan masa kerja panjang.
Tidak heran jika formasi CPNS selalu dipadati pendaftar dari berbagai lulusan. Pertanyaannya, jurusan kuliah apa saja yang paling dibutuhkan untuk masuk dunia aparatur sipil negara?
Berikut daftar jurusan yang paling sering muncul dalam formasi rekrutmen PNS beserta alasan kenapa begitu banyak instansi pemerintah membutuhkannya.
1. Hukum
Jurusan Hukum memiliki peluang yang sangat besar di instansi pemerintah. Alasannya jelas, hampir seluruh kebijakan negara dituangkan dalam bentuk aturan dan perundangan.
ASN yang bekerja di kementerian, dinas, hingga lembaga negara membutuhkan tenaga dengan latar belakang hukum untuk menyusun regulasi, menelaah rancangan undang undang, menangani persoalan tata negara, hingga melakukan pemeriksaan dalam bidang pengawasan.
Subjurusan seperti Hukum Administrasi Negara dan Hukum Tata Negara menjadi yang paling relevan karena langsung bersinggungan dengan urusan birokrasi pemerintahan. Tidak heran formasi Analis Hukum selalu muncul di banyak kementerian.
2. Akuntansi
Di balik setiap program publik, ada pengelolaan anggaran negara yang ketat. Jurusan Akuntansi selalu menjadi kebutuhan utama karena auditor dan staf pengelola keuangan wajib ada di setiap instansi.
Baca Juga: ASN Kota Semarang Diduga Lecehkan Gadis 19 Tahun di Mobil Dinas: Pengakuan Korban Viral!
Mulai dari pemeriksaan internal, penyusunan laporan keuangan, hingga pengawasan anggaran dilakukan oleh ASN dengan latar belakang akuntansi.
Baik lembaga pusat maupun pemerintah daerah memiliki unit yang memerlukan pengawasan berlapis, mulai dari inspektorat hingga lembaga pemeriksa eksternal. Ini membuat peluang akuntansi di dunia PNS tidak pernah surut.
3. Keuangan dan Manajemen Keuangan
Selain akuntansi, ada juga kebutuhan besar terhadap lulusan keuangan. Mereka menangani perencanaan anggaran, pengelolaan kas negara, perbendaharaan, hingga analisis belanja pemerintah.
Lulusan manajemen yang mengambil konsentrasi keuangan sangat dicari karena instansi membutuhkan talenta yang memahami alur uang masuk dan keluar dalam sistem APBN maupun APBD.
Pekerjaan yang bisa dimasuki antara lain analis anggaran, analis kebijakan fiskal, dan manajer keuangan daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Polisi Tangkap Tukang Parkir Penembak Warga di Jalan Pahlawan Semarang: Punya Kartu Anggota Perbakin
-
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pinjaman Online Bunga Rendah lewat 4 Modus Ini
-
Braakk! Mobil Crane Rem Blong dan Tabrak 4 Motor di Solo, Begini Kronologinya
-
Kejati Usut Dugaan Korupsi di BKK Pekalongan: Kerugian Capai Rp141 Miliar