- Mbako Genthong, kios di Magelang, menjual tembakau dan kopi dari petani sekitar Magelang dan Temanggung sebagai alternatif penting.
- Usaha ini didirikan empat pemilik untuk memenuhi kebutuhan rokok lintingan teman-teman, kemudian berkembang menyerap hasil panen petani.
- Kios ini menjadi mitra krusial petani setelah pabrik rokok mengurangi serapan, membantu menjaga nilai jual tembakau mereka.
SuaraJawaTengah.id - Aroma tembakau dan cengkeh menggenapi wewangian khas kios Mbako dan Kopi Genthong di Desa Pasuruhan, Mertoyudan. Rumah pertahanan kaum akar rumput.
Rak dan etalase kios sederhana yang menempati bekas warung bakso ini, dipenuhi kemasan rajangan tembakau dan bubuk kopi hasil panen petani sekitaran Magelang dan Temanggung.
Empat pemilik bersama Mbako Genthong: M Dhofir, Thoyyib Rizqi, Mahbub Latif, dan Umar Musyafak hingga kini masih rajin menyambangi dusun-dusun penghasil tembakau di lereng Sumbing dan Sindoro.
Kios-kios tembakau seperti Mbako Genthong tumbuh di tengah menyusutnya serapan pabrik rokok dan naiknya harga rokok pabrikan. Bagi petani tembakau di lereng Sumbing dan Sindoro, jalur ini menjadi alternatif kecil namun krusial untuk menjaga nilai panen tetap hidup.
“Kami cari langsung tembakau dari petani. Malah sering dapat mbako lawasan, stok hasil panen yang sudah disimpan lama,” kata Thoyib Rizqi.
Menurut Thoyib tembakau bisa awet disimpan jika cara penanganannya benar. Serupa wine, semakin lama tembakau disimpan rasanya semakin gurih.
Kelembaban menyebabkan rajangan tembakau gampang berjamur hingga dimakan kutu. Idealnya wadah penyimpanan kedap udara sehingga tembakau terjaga tetap kering.
“Kami sempat pakai genthong tanah liat dilapis kulit gedebog pisang untuk menyimpan rajangan tembakau. Nama Mbako Genthong, kami ambil dari cara penyimpanan itu.”
Tapi ternyata menyimpan tembakau dalam Genthong tidak begitu berhasil menjaga kelembaban. Sekarang meski nama “Genthong” dipertahankan, mereka memilih menggunakan kantong plastik untuk menyimpan tembakau.
Baca Juga: Duh! Tembakau Temanggung Tak Laku di Tengah Panen Raya
Pasar Tani Lokal
Ide awal merintis usaha Mbako Genthong tidak seratus persen dimaksudkan untuk bisnis. Semula hanya bertujuan menyediakan bahan rokok lintingan untuk teman-teman dekat.
Irisan lingkaran pertemanan mayoritas pelanggan Mbako Genthong adalah warga muslim tradisional. Maka maksud pendirian kios tembakau dan kopi ini untuk melayani kebutuhan pasar tersebut.
Kebetulan petani tembakau di Temanggung juga berasal dari sub-kultur masyarakat yang sama. “Awalnya kami silaturahim. Disana (Temanggung) ngopi, melakukan tester rasa tembakau bareng-bareng terus ketemu grade yang pas untuk kami bawa ke Mertoyudan,” kata M Dhofir.
Dari situ kemudian tersambung niatan untuk secara rutin menjembatani pemasaran tembakau dari Temanggung ke Magelang.
“Apalagi sekitar tahun 2020 harga rokok pabrikan mulai naik. Kami buka kios yang menyediakan tembakau curah untuk rokok linting dewe-tingwe. Padahal tadinya cuma mikir gimana caranya biar kami dan teman-teman bisa tetep ngebul,” ujar M Dhofir sambil tertawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
35 SD Negeri di Temanggung Sepi Peminat, Satu Sekolah Nihil Murid Baru
-
Akses Pupuk Bersubsidi Diklaim Makin Mudah, Penyaluran Capai 5,13 Juta Ton
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
BRI Perkuat Kontribusi Fiskal, Pajak dan Dividen Capai Rp19,1 Triliun
-
Bersama Danantara, BRI Perkuat Kontribusi Pajak untuk Pembangunan Nasional