- Novita Wijayanti meninjau Gudang Bulog Gumilir, Cilacap, pada 5 Mei 2026 untuk memastikan ketersediaan stok beras surplus di Jawa Tengah.
- Bulog diwajibkan membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram guna menjaga kesejahteraan petani serta memastikan kualitas pangan tetap terjaga baik.
- Pemerintah mengawasi distribusi pangan dari hulu ke hilir untuk mencegah spekulasi harga demi mencapai target swasembada pangan yang berdaulat nasional.
"Kami pastikan gabah dari petani dibeli Bulog sesuai harga, yakni Rp 6.500. Lalu gabah disimpan dalam gudang dengan kondisi aman, dirawat secara berkala supaya kualitas terjaga, tidak rusak," kata Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya atau PIRA itu.
Perawatan berkala di gudang Bulog menjadi poin penting yang disoroti Novita. Ia ingin memastikan bahwa beras yang sampai ke tangan masyarakat adalah beras dengan kualitas terbaik, bukan beras yang sudah mengalami penurunan mutu akibat penyimpanan yang buruk.
Sinergi Operasional dan Pengawasan Pasar
Dalam kunjungan tersebut, Novita berdialog intensif dengan jajaran pimpinan Bulog setempat, termasuk Kepala Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, serta para Kepala Gudang dari Bulog Gumilir dan Bulog Cindaga.
Dialog ini dilakukan guna memastikan seluruh proses distribusi, mulai dari hulu hingga ke hilir, tidak mengalami hambatan teknis.
Selain masalah internal gudang, legislator Gerindra ini juga menaruh perhatian besar pada fluktuasi harga di pasar.
Ia memperingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba melakukan spekulasi harga atau menimbun stok demi keuntungan pribadi, yang pada akhirnya dapat membebani daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah di kota-kota besar.
“Kami meyakini, sistem daro pemerintah untuk mengelola pangan dari hulu sampai hilir bisa berjalan baik sehingga bisa mencapai swasembada."
Baca Juga: Duh! Ekonomi Jadi Pemicu Utama, Ribuan Istri di Cilacap Pilih Jadi Janda, Banyak dari Kalangan TKW
Tag
Berita Terkait
-
Duh! Ekonomi Jadi Pemicu Utama, Ribuan Istri di Cilacap Pilih Jadi Janda, Banyak dari Kalangan TKW
-
Bejat! 7 Fakta Ayah di Cilacap Hamili Anak Kandung, Terungkap saat Korban Melahirkan di Kamar Mandi
-
WNA Singapura Tewas Dicor di Cilacap, Ini 7 Fakta Mengejutkan di Baliknya
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
KPK Bongkar Jaringan Pemerasan THR Bupati Cilacap: Diduga Berakar dari Proyek Swasta
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar