Ilustrasi pembunuhan (unsplash)
Baca 10 detik
- Tarsimi (66) tewas di Pekalongan pada Senin (11/5/2026) setelah dianiaya anak kandungnya menggunakan cobek batu pada Minggu malam.
- Pelaku bernama M Sidik Permana (25) diduga melakukan tindakan tersebut karena memiliki riwayat masalah kejiwaan atau depresi berat.
- Aparat kepolisian telah mengamankan barang bukti dan mengirim pelaku ke rumah sakit untuk menjalani observasi kejiwaan secara intensif.
Saat ini, Sidik belum bisa dimintai keterangan secara utuh dan tengah menjalani observasi kejiwaan intensif di RS Djunaid untuk menentukan status hukumnya ke depan.
Di tengah duka yang mendalam, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah Tarsimi, memilih untuk segera memakamkan sang ibu dengan layak, meski luka batin akibat tragedi ini mungkin tak akan pernah benar-benar sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ribuan Pelari Siap Tumpah di Semarang, AHY Run Jateng 2026 Targetkan 5.000 Peserta
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup