- Jaksa KPK menuntut Bupati Pati nonaktif Sudewo dengan hukuman penjara delapan tahun enam bulan di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin, 21 September 2026.
- Sudewo terbukti terlibat kasus suap dan gratifikasi proyek DJKA saat menjadi anggota DPR RI serta pemerasan pengisian perangkat desa saat menjadi Bupati Pati.
- Jaksa juga menuntut denda Rp300 juta, uang pengganti Rp3,6 miliar, serta pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.
Jaksa menyebut terdapat pungutan terhadap calon perangkat desa. Dalam uraian perkara sebelumnya, tarif yang disebut berkisar Rp165 juta hingga Rp225 juta tergantung jabatan yang akan diisi. Total uang yang dikumpulkan disebut mencapai sekitar Rp2,49 miliar.
Perkara ini menunjukkan dimensi berbeda dari perkara DJKA. Jika perkara pertama berkaitan dengan proyek dan pengadaan pemerintah, perkara kedua berkaitan dengan pengisian jabatan di tingkat desa.
Dalam dakwaan, jaksa sebelumnya juga menyebut adanya tekanan terhadap calon perangkat desa yang tidak bersedia menyerahkan uang.
Jaksa Soroti Kepercayaan Publik
Selain menguraikan perbuatan yang dinilai terbukti, jaksa juga menyampaikan pertimbangan yang memberatkan tuntutan.
Jaksa menilai perbuatan Sudewo telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Pati.
Jaksa juga menyebut Sudewo tidak mengakui perbuatannya selama proses persidangan.
Atas pertimbangan tersebut, tuntutan pidana kemudian disertai dengan tuntutan uang pengganti Rp3,6 miliar dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah pidana pokok selesai dijalani.
Namun, tuntutan jaksa tersebut belum merupakan putusan pengadilan. Setelah pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Sudewo dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan pada persidangan berikutnya.
Baca Juga: Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
Dengan demikian, perkara Sudewo kini memasuki tahap pembelaan sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan.
Sidang tersebut menjadi titik penting karena jaksa menggabungkan uraian dua perkara yang terjadi pada fase berbeda dalam perjalanan jabatan Sudewo: dugaan pengaturan proyek saat menjadi anggota DPR RI dan dugaan pemerasan dalam pengisian perangkat desa saat menjadi Bupati Pati.
Kedua perkara itu kini menjadi dasar tuntutan pidana 8 tahun 6 bulan penjara yang diajukan KPK kepada majelis hakim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM
-
Buru Lokasi BTS Lewat Aplikasi Peta di Wisata Guci Tegal, Komplotan Pencuri Kabel Optik Dibekuk
-
Polres Tegal Ungkap Jaringan Obat Keras Ilegal, 58 Ribu Butir Hexymer hingga Tramadol Disita
-
Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan
-
Jelang Nataru, Gubernur Jateng Minta Polisi dan Jaksa Awasi Permainan Harga Pangan