Diduga Keracunan, 30 Pelajar SMP di Purbalingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Chandra Iswinarno
Diduga Keracunan, 30 Pelajar SMP di Purbalingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Sejumlah pelajar putri dari pondok pesantren SMP IT Harapan Ummat Purbalingga Jawa Tengah mendapat perawatan di rumah sakit setempat. [Satelit Post]

Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga akan menguji sampel makanan di laboratorium untuk mencari penyebab terjadinya keracunan yang dialami 30 pelajar putri sekolah tersebut.

Suara.com - Sebanyak 30 pelajar pondok pesantren putri SMP IT Harapan Ummat Purbalingga, Jawa Tengah dilarikan ke rumah sakit, lantaran diduga keracunan makanan. Dugaan tersebut disimpulkan karena terjadi usai mengonsumsi makan siang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (3/4/2019) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Beberapa pelajar mengakui merasakan mual, pusing hingga memuntahkan makanan yang dikonsumsinya pada Pukul 16.00 WIB.

"Bada zuhur kami makan nasi, telur puyuh, dan sayur buncis. Sepertinya dari makanan itu," ujar pelajar kelas 7 SMP, Nisa seperti dilansir Satelit Post - jaringan Suara.com.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren yang melakukan perawatan awal, tetapi karena banyak yang merasakan sakit, 21 siswi dilarikan ke rumah sakit Siaga Medika.

Sekitar pukul 22.00 WIB, sembilan pelajar putri lain menyusul dilarikan ke Rumah Sakit Nirmala. Selain mereka, tiga uztazah juga mengalami gejala serupa.

"Siswi yang kondisinya cukup parah ada 10 orang, mereka diinfus dan mendapat ondansentron untuk mengatasi mual dan muntah. 10 siswi itu rawat inap, sedangkam siswi lain rawat jalan," kata perawat rumah sakit tersebut, Afdil.

Pengasuh pondok pesantren SMPIT Harapan Ummat Taryudi mengatakan masih menunggu hasil kajian medis RS Siaga Medika.

"Kita belum tahu penyebabnya, nanti akan kami tinjau dan mencegah kejadian serupa terulang. Yang penting anak-anak sekarang mendapat perawatan medis terlebih dahulu,” ujarnya.

Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (P2M Dinkes) Purbalingga Aji Sumbodo berjanji akan menguji sampel makanan yang dikonsumsi para pelajar putri di laboratorium.

"Kemungkinan uji lab dilakukan di Yogyakarta. Akan kami telusuri sebab gejala keracunan. Jika dari bahan makanan yang dibeli, perlu kita cegah agar warga lain tidak mengalami kejadian serupa," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS