Kisah Lansia 80 Tahun Asal Sragen yang Nyaris Tewas Diserang Ratusan Tawon

Chandra Iswinarno
Kisah Lansia 80 Tahun Asal Sragen yang Nyaris Tewas Diserang Ratusan Tawon
Mbah Warti menunjukkan kedua lengannya yang masih bengkak setelah disengat gerombolan tawon, Selasa (8/10/2019). [Solopos]

Mbah Warti mendapat 12 suntikan di klinik setempat.

Suara.com - Seorang lansia berusia 80 tahun di Sragen diserang ratusan tawon hingga nyaris merenggut nyawanya. Kejadian tersebut dialami Suwarti (80), Warga Dukuh/Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, pada Selasa (8/10/2019).

Dilansir dari Solopos.com-jaringan Suara.com, Suwarti menceritakan kejadian kali pertama yang tak disangkanya tersebut.

“Masya Allah, saya baru pertama ini melihat tawon sebanyak itu. Seperti burung emprit di sawah yang datang bergerombol lalu menyerang saya. Saya tak kuat menahan sakit. Saya pikir, saat itu ajal saya akan tiba,” ujar Mbah Warti, sapaan akrabnya, saat ditemui Solopos.com di rumahnya pada Rabu (9/10/2019).

Untuk membantu aktivitasnya sehari-hari, Mbah Warti harus dibantu tongkat untuk berjalan. Bahkan, ia kerap diingatkan untuk tidak pergi ke mana-mana.

Namun saat hari itu, Selasa (8/10/2019) pagi, Mbah Warti berjalan sendirian ke pekarangan belakang rumahnya. Kala itu, Mbah Warti bermaksud membersihkan daun pisang kering menempel di pohon. Saat membersihkan daun pisang kering tersebut, tak disengajanya menyenggol sarang tawon kunir yang menempel di dahan Pohon Melinjo.

Akibat senggolan tersebut, ratusan tawon kunir keluar dari sarang lalu menyerang Mbah Warti yang membuatnya terjatuh dan merangkak.

“Tawonnya keluar semua. Mungkin ratusan ekor. Mereka mutar-mutar di atas kepala saya lalu menyengat saya secara bertubi-tubi. Saya kelimpungan di tanah," jelas Mbah Warti.

Meski sudah jatuh, koloni tawon tersebut tak berhenti menyengat seluruh tubuh Mbah Warti. Saat itu, Mbah Warti hanya bisa berteriak kesakitan sambil merangkak dan terus menerus minta pertolongan.

"Sampai emperan rumah, saya masih dikejar tawon itu. Sengatan di mana-mana sampai sekujur tubuh saya bengkak,” kata Mbah Warti.

Teriakan tersebut akhirnya terdengar cucunya, Ismiyati (42) ketika sampai di rumah sepulang kerja. Ismiyanti kemudian berusaha menolong Mbah Warti, namun dia justru balik diserang tawon. Alhasil, ia pun terkena sengatan beberapa tawon di bagian kepala dan lengan.

Hal serupa juga dialami adik Mbah Warti, Suparmi (55) yang ikut menolong juga tidak luput dari amukan tawon.

“Masya Allah. Tawon itu seakan terus mengajak teman-temannya untuk menyerang kami. Saya baru lihat ada tawon yang agresifnya minta ampun seperti itu,” sahut Ismiyati.

Setelah kejadian tersebut, beberapa warga membawa Mbah Warti, Ismiyati, dan Suparmi ke Klinik Saras Medika Desa Jambanan. Ismiyati dan Suparmi menjalani rawat jalan. Sedangkan, Mbah Warti menjalani rawat inap.

Akibat kejadian tersebut, Mbah Warti mendapatkan 12 suntikan melalui selang infus untuk meredakan rasa nyeri di tubuhnya.

“Badan saya nyeri di mana-mana. Rasanya panas sekali. Saya tidak bisa berpikir apa-apa. Saya kira saat itu saya akan mati. Tapi, alhamdulillah Allah berkehendak lain. Sekitar pukul 17.00 WIB, saya baru bisa menyadari apa yang telah terjadi,” katanya.

Usai menjalani perawatan intensif, Mbah Warti diperkenankan pulang ke rumah pada Rabu (9/10/2019) pagi. Mbah Warti mengaku beruntung langsung tertangani sehingga selamat dari maut.

“Dokter bilang, kalau tidak segera tertangani bisa bahaya karena racun dari sengatan tawon itu bisa masuk ke jantung,” jelas Ismiyati.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, tim Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat, Masaran, Sragen, mengevakuasi sarang tawon yang telah menyerang tiga warga Jambanan tersebut pada Selasa (8/10/2019) malam.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS