Jamaah Umrah Diduga Terinfeksi Virus Corona di RSUP Kariadi Semarang

Pebriansyah Ariefana
Jamaah Umrah Diduga Terinfeksi Virus Corona di RSUP Kariadi Semarang
Calon jemaah tidur-tiduran di Bandara Soetta gegara batal berangkat umrah ke Arab Saudi. (Suara.com/Moh Fadil).

Setibanya di rumah pasca umrah, pasien tersebut mengalami gejala-gejala virus corona seperti demam dan batuk.

SuaraJawaTengah.id - RSUP Kariadi Kota Semarang mendapatkan pasien baru yang diduga terinveksi virus corona setelah pasien tersebut pulang dari umrah. Setibanya di rumah pasca umrah, pasien tersebut mengalami gejala-gejala virus corona seperti demam dan batuk.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Agoes Poerwoko mengatakan pada hari ini ada tujuh pasien baru di RSUP Kariadi yang sedang menjalani pemeriksaan di IGD. Setelah menjalani pemeriksaan, tiga pasien tersebut tidak ada gejala Virus Corona.

"Saat ini tinggal 2 pasien, yang satu kemungkinan akan dipulangkan karena tidak ada gejala. Jadi tinggal satu pasien yang dari Umrah. Sekarang hasil pemeriksaannya sudah dikirim ke pusat," jelasnya saat ditemui awak media di RSUP Kariadi Sekadang, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya, semua pasien telah diperiksa dan diuji lab melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Litbangkes). Untuk itu, ia beranggapan bahwa hasil dari pemeriksaan itu sudah akurat.

"Jadi ada beberpa tahapan untuk mengirimkan hasil pemeriksaan, mulai dari pihak rumah sakit, dilanjut ke Dinas Kesehatan dan yang terakhir ke Litbangkes," paparnya.

Ia menyebutkan, jika pasien tersebut dalam pemeriksaan diketahui terinfeksi virus corona, maka maksimal dalam waktu 24 jam hasilnya akan dikirim ke daerah. Sebaliknya, jika terjadi sesuatu kepada pasien yang sesang dirawat di RSUP Kariadi, pihaknya juga akan segera berkomunikasi dengn Litbangkes agar segera memberi kepastian.

"Untuk saat ini, kami belum pernah menerima laporan dari Litbangkes soal pasien yang positif Corona," katanya.

Sejauh ini, total keseluruhan pasien yang pernah ditangani RSUP Kariadi mayoritas berusia 40 tahun lebih. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan.

Kepala Bidang Penangan Medis RSUP Kariadi, Nurdopo Baskoro mengatakan, sekitar 16 ruang isolasi tambahan akan disediakan jika mengalami ledakan pasien suspect atau positif virus corona. Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan 18 kamar untuk isolasi pasien suspect atau positif virus corona.

"Segala kemungkinan kami sudah siapkan sejak awal. Sekitar 18 kamar untuk isolasi pasien sudah kita siapkan. Namun, jika keadaan genting 16 ruangan yang lain juga telah kita siapkan di ruang Rajawali," jelasnya

Tidak hanya itu, lanjutnya, beberapa sarana seperti 2 ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 2 ruang ICU untuk mendukung proses penyembuhan pasien. Untuk itu, pihaknya sudah siap jika sewaktu-waktu terdapat pasien suspect atau positif Virus Corona yang dirawat di RSUP Kariadi.

"Untuk mendukung sarana penyembuhan, tidak hanya ruang isolasi saja. Kita jua sudah siapkan 2 ruang IGD dan 2 ruang ICU," paparnya.

Selain mempersiapkan fasilitas untuk mengantisipasi Virus Corona, RSUP Kariadi juga telah menyiapkan petugas perawatan yang mumpuni. Petugas kesehatan tersebut sudah dibekali sesuai dengan standart pelayanan pasien Virus Corona.

"SDM kita telah dilersiapkan sejak lama. Sudah ada petugas kesehatan yang terlatih untuk menangani pasien yang terpapar Virus Corona. Bahkan baju khusus petugas kesehatan untuk menangani Virus Corona sudah dipersiapkan," katanya.

Seperti diketahui, RSUP Kariadi merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang direkomendsikan oleh Dinas Kesehtan Jawa Tengah untuk menangani pasien suspect atau positif virus corona.

Kontributor : Dafi Yusuf

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS