SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah diguncang ratusan gempa bumi kecil hingga kuat. Hal itu berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah.
Ratusan gempa bumi itu berguncang sejak awal tahun 2020 sampai Juli 2020 ini. Jumlah gempa buminya sebanyak 138 kejadian.
Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie. Bari gempa yang tercatat BMKG tersebut, seluruhnya tak berpotensi Tsunami.
"Hingga saat ini tercatat ada 138 event gempa tektonik. Dengan batasan 108.50 BT - 116.50 BT. Sementara untuk besaran magnitudo juga bervariasi, antara minimal 1,4 hingga maksimal 6.6," ujarnya kepada ayosemarang.com (jaringan Suara.com), Selasa (7/7/2020).
Baca Juga:Panik Diguncang Gempa Banten, Warga Cisolok Sukabumi: Allahu Akbar
Adapun sebagai informasi, pada Selasa (7/7/2020) pukul 05.54.44 WIB. BMKG, dalam keterangan tertulisnya, mencatat adanya gempa bumi tektonik di wilayah Laut Jawa yang tidak berpotensi Tsunami.
Dengan Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah Utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah pada kedalaman 539 km.
Gempa memiliki parameter dengan magnitudo M=6,1. Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta dan Mataram.
Getaran terasa seakan akan truk dirasakan di beberapa daerah seperti Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri, Kebumen, Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat, Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, Wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar.
Baca Juga:Banten Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, Warga Berhamburan