facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Isu Kudeta Partai Demokat, Yoyok Sukawi: Satu Komando, Mati Urip Melu AHY

Budi Arista Romadhoni Selasa, 02 Februari 2021 | 15:21 WIB

Isu Kudeta Partai Demokat, Yoyok Sukawi: Satu Komando, Mati Urip Melu AHY
CEO PSIS Semarang yang juga anggota Komisi X DPR Republik Indonesia A.S. Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Yoyok Sukawi menyebut kader demokrat di Jateng masih setia terhadap AHY

SuaraJawaTengah.id - Partai Demokrat sedang diguncang isu kudeta. Aksi kudeta itu dinyatakan sendiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Deputi Badan Pembinaan Jaringan Konstituen Partai Demokrat AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi angkat biacara. Menurutnya kader Demokrat masih solid dan mendukung kepemimpinan AHY. 

"Pendiri, Fraksi DPR, DPRD prov, DPRD Kab Kota, dan kader Partai baik organisasi sayap maupun struktural se-Jawa Tengah saya pantau masih Solid dan satu komando AHY," kata Yoyok Sukawi di Semarang, Selasa (2/2/2021). 

Bahkan, CEO PSIS itu menyebut tetap setia dengan putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan menuliskan hastag atau tanda pagar. 

Baca Juga: Dituding Kudeta Demokrat, Marzuki Alie: Sebaiknya Mundur daripada Fitnah

"#Mati urip melu ahy," tulisnya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan akan ada aksi 'kudeta' di Partai Demokrat. Kekuasaanya akan digulingkan oleh 5 orang, salah satunya orang dekat Presiden Joko Widodo. 

Dalam keterangan persnya, AHY menyebutkan sosok pelaku kudeta Partai Demokrat. Hal tersebut AHY sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat.

 Pidato itu disiarkan secara Live melalui kanal Youtube miliknya Agus Yudhoyono, berjudul "Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono" pada Senin (1/2/2021) siang.

"Gabungan dari pelaku gerakan ini ada lima orang terdiri dari satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah enam tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan satu mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan," ungkap AHY.

Baca Juga: Terkait Isu Kudeta, Demokrat Sulut: Jangan Ganggu Ketum Kami!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait