Awas! Tidak Semua Jenis Susu Sapi Baik Dikonsumsi, Ini Penjelasannya

Susu Sapi memang menjadi minuman yang dianggap bergizi dan baik dikonsumsi untuk manusia, namun rupanya tidak semua jenis susu sapi menyehatkan lho

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 17 Maret 2021 | 09:12 WIB
Awas! Tidak Semua Jenis Susu Sapi Baik Dikonsumsi, Ini Penjelasannya
Ilustrasi susu sapi memang menjadi minuman yang dianggap bergizi dan baik dikonsumsi untuk manusia, namun rupanya tidak semua jenis susu sapi menyehatkan. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Susu sapi banyak dikonsumsi semua orang di Indonesia, bahkan dunia. Susu dikonsumsi karena dianggap banyak manfaatnya untuk kesehatan dan gizi. 

Namun, ternyata tidak semua jenis susu sapi sehat dikonsumsi manusia. Ada beberapa susu yang tidak dianjurkan dikonsumsi. 

Diketahui, segelas susu mengandung 37 persen laktosa dan 27 persen protein, 30 persen lemak dan sisanya adalah mikronutrisi. Ada beberapa jenis protein di dalam susu sapi seperti kasein, beta-kasein, dan height protein.

Dokter Spesialis Gizi Klinik pada Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM dr Fiastuti Witjaksono dalam pemaparannya belum lama ini mengatakan untuk beta-kasein, dalam protein susu sapi setidaknya terkandung 39 persen beta-kasein.

Baca Juga:Awas! Ada 10 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Kucing

Ada dua jenis beta-kasein yang dikenal luas yaitu beta-kasein A1 dan beta-kasein A2.

Beta-kasein pada sapi di Eropa berbeda dengan mamalia lain karena adanya sejarah mutasi. Ahli dari Lincoln University, Selandia Baru, Profesor Keith Bernard Woodford mengatakan belum jelas penyebab mutasi tersebut.

Beta-kasein pada mamalia di Asia dan Afrika semuanya adalah A2. Sedang, A1 hanya ditemukan di Eropa.

Meski demikian, dipastikan mutasi tersebut lantas menyebabkan terciptanya protein A1 beta-kasein.

"Awalnya, semua sapi merupakan tipe A2. Istilah A2 mengacu pada karakteristik beta-kasein dalam susu. Beta-kasein ialah jenis protein yang penting yang terdapat dalam semua susu mamalia. Adanya mutasi genetika sapi membuat munculnya sapi A1 yang menghasilkan susu sapi yang mengandung beta- kasein A1 dan susu sapi A2 yang mengandung beta-kasein A2," kata Woodford.

Baca Juga:Potensial Gantikan ASI, Inilah Kelebihan Susu Unta Liar

Senada dengan Profesor Woodford, dr Fiastuti mengatakan bahwa beta-kasein A1 dan beta-kasein A2 dicerna secara berbeda oleh tubuh manusia. Apabila beta-kasein dicerna dan diabsorbsi ada bagian fragmen beta-kasein yang akan mempengaruhi aktivitas biologis seseorang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini