alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unggah Komentar Mualaf, Gus Miftah Dihujat Nitizen: Sibuk Cari Pembenaran

Budi Arista Romadhoni Rabu, 05 Mei 2021 | 13:37 WIB

Unggah Komentar Mualaf, Gus Miftah Dihujat Nitizen: Sibuk Cari Pembenaran
Gus Miftah [instagram]

Gus Miftah menjadi sorotan setelah melakukan ceramah di Gereja

SuaraJawaTengah.id - Gus Miftah terus menjadi sorotan publik. Hingga ia dihujat sebagai kafir karena menghadiri peresmian Gereja Benthel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Pejaringan, Jakarta utara.

Tapi siapa sangka, ceramah Gus Miftah beberapa waktu lalu justru menyentuh orang lain. Gus Miftah membagikan tangkapan layar mengenai pesan dari seorang mualaf bernama Gerard di akun instagram pribadinya.

Mualaf dari Amerika itu mengaku mengagumi isi ceramah yang disampaikan Gus Miftah.

"Sya mau nanya2 gus, sy baru masuk Islam beberapa bulan yg lalu, dan sy ada beberapa keluarga lain yang berencana ingin masuk Islam juga, kebetulan kami sekeluarga tumbuh dan besar di Amerika, tentang agama pun tidak mengerti sama sekali, Apa bisa komunikasi lebih lanjut dengan Gus Miftah? Maaf telah mengganggu waktunya dan salam kenal," pesan Gerard terhadap Gus Miftah, Selasa (04/05/2021).

Baca Juga: Soroti Gus Miftah Masuk ke Gereja, Ustaz Abdul Somad: Haram Hukumnya

Lebih lanjut, Gerard menuturkan keinginanya bertemu dengan Gus Miftah. Pasalnya semenjak memutuskan memeluk agama Islam, ia merasa kecewa dan terdapat penyesalan di dalam hati karena dipertemukan dengan ustad yang ajarannya cenderung kasar.

Baru setelah melihat video ceramah Gus Miftah, ia mulai kembali tertarik mempelajari Islam lagi. Gerard pun mengaku tercerahkan ternyata ada banyak ustad open minded serta ceramahnya yang membuat hatinya tenang.

Mendapat pesan singkat itu, Gus Miftah merasa bersyukur. Sebab ada hikmah saat ceramahnya di gereja mendapat tuduhan serta tak pantas dilakukannya.

"Alhamdulillah, pengakuan seorang mualaf di Amerika, dan keluarga nya otw muallaf insya Allah, gegara video itu. Mungkin saja saya salah dimata kalian orang-orang hebat, dan saya memang banyak salah," tulis Gus Miftah pada caption di akun instagam @gusmiftah.

Pengasuh Pondok Pesantren Pra Aji Tundan Yogyakarta itu menghiraukan segala hujatan. Baginya ketika berbuat baik, ia percaya ada secercah hidayah dari sesuatu yang dianggap salah oleh orang lain.

Baca Juga: Gus Sahal: Kalau UAS Nggak Mau ke Gereja, Itu Haknya

"Maaf ya kalau saya sering berbuat salah. Kalau saya dianggap kafir. Insya Allah saya masih bersyahadat yang sama dengan kalian kok," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait