Duh! Fenomena La Nina Pengaruhi Hasil Panen Padi di Kabupaten Cilacap, Turun Lebih dari 62 Ribu Ton

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, menyatakan, produksi padi di wilayah tersebut pada 2021 turun lebih dari 62 ribu ton jika dibandingkan dengan2020

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 02 Februari 2022 | 15:06 WIB
Duh! Fenomena La Nina Pengaruhi Hasil Panen Padi di Kabupaten Cilacap, Turun Lebih dari 62 Ribu Ton
Ilustrasi padi. Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, menyatakan, produksi padi di wilayah tersebut pada  2021 turun lebih dari 62 ribu ton jika dibandingkan dengan 2020. (Shutterstock).

SuaraJawaTengah.id - Kondisi cuaca dengan intesitas hujan yang tinggi atau fenomena La Nina mempengaruhi hasil panen. Seperti di Kabupaten Cilacap yang mengalami penurunan hasil panen padi.  

Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, menyatakan, produksi padi di wilayah tersebut pada  2021 turun lebih dari 62 ribu ton jika dibandingkan dengan  2020.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto mengatakan produksi padi pada 2021 mencapai 832.442 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 128.235 hektare, sedangkan tahun 2020 sebanyak 894.791 ton GKG dengan luas panen 133.982 hektare.

"Penurunan produksi padi pada tahun 2021 disebabkan curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah dan terjadi banjir, sehingga mundur tanam serta menurunkan produktivitas,' kata Sigit dikutip dari ANTARA di Cilacap, Rabu (2/2/2022). 

Baca Juga:Modern Rice Milling Plant Bulog di Kendal Siap Produksi Beras Premium

Selain itu, kondisi alam yang ekstrem dengan hujan lebat disertai angin menjadikan tanaman padi banyak yang roboh sehingga menurunkan produksi/produktivitas.

Menurut dia, musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung panjang berdampak terhadap penurunan luas tanam, panen, dan produktivitas baik tanam padi maupun tanaman pangan lainnya.

"Sementara produksi padi tahun 2020 turut dipengaruhi oleh kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2019 yang berdampak pada mundurnya musim tanam pertama 2019-2020, sehingga masa panennya pada awal 2020. Kondisi tersebut mengakibatkan penambahan luas panen dan produksi pada tahun 2020," kata Sigit yang juga Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.

Ia mengatakan fenomena La Nina yang memicu terjadinya kemarau basah dengan curah hujan yang merata pada tahun 2020 telah mendukung peningkatan luas tanam, luas panen, dan produktivitas, baik tanaman padi maupun tanaman pangan lainnya.

Selain itu, kata dia, kondisi iklim yang normal dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang rendah menjadikan produktivitas meningkat.

Baca Juga:Pemprov DKI Targetkan Nihil Korban Jiwa Saat Puncak Musim Hujan

Pada 2022, Pemkab  menargetkan produksi padi di Kabupaten Cilacap mencapai 842.897,09 ton dengan luas tanam 133.054 hektare dan rata-rata produktivitas sebesar 63,35 kuintal per hektare.

"Luas panen padi periode Januari hingga Maret 2022 diprediksi mencapai 56.928 hektare yang merupakan pertanaman pada musim tanam pertama 2021-2022 dengan perkiraan produksi 358.650 ton GKG," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini