SuaraJawaTengah.id - Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi sudah mulai terasa dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Hal tersebut diutarakan langsung seorang pedagang sembako melalui akun TikTok @imamrossidin.
Pedagang sembako ini mengakui kenaikan harga BBM mengakibatkan harga kebutuhan pokok terutama beras mengalami kenaikan harga.
"BBM naik cuman Rp2.000, ya memang sedikit dan kecil. Tapi nih kalian lihat (beras) kemarin sebelum BBM naik harganya Rp114.000," kata pedagang sembako dikutip pada Jumat (9/9/2022).
Baca Juga:BBM Jenis Ini Bakal Dihapus dari Indonesia Mulai 2023, Pertalite Termasuk?
"Tapi sekarang harganya udah Rp123.000, nah jadi kalian paham ya dari Rp114.000 ke Rp123.000 naiknya sekitar Rp9.000," tambahnya.
Perbedaan harga yang cukup besar akibat kenaikan BBM. Pedagang sembako ini menyindir pemerintah dengan kalimat cukup menohok.
"Mungkin kita disuruh balik ke zaman dulu untuk tanam jagung, tanam ubi, makan sagu dan lain-lainnya," ujarnya.
Curhatan pedagang sembako itu langsung diserbu warganet. Banyak dari mereka yang menuliskan beragam tanggapan.
"Itu baru beras belum yang lainnya," tutur akun @kusdiyanto**.
Baca Juga:2 Cara Cek Bansos Penerima BLT BBM Lewat Aplikasi dan Web
"Sayur mayur pasti juga naik, ikan laut aja naik karena solar naik. Pastilah ikut naik untuk tetap bisa dapat untung," kata akun @akane**.
"Bantu viralkan," imbuh akun @muhamadakmal**.
"Nah ini yang dikhawatirkan bahan-bahan pokok naik, bukan cuman BBMnya," sambung akun @tonihidayat**.
"Lagi nunggu yang komen beli motor bisa beli BBM gak mampu. Mungkin dia makan dan minum BBM kenyang, mungkin dia gak makan bahan pangan," tandas akun @mizi**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan